Sabtu, 16 Mei 2015

MATERI I
PENGANTAR BASIS DATA
Sistem Basis Data – Konsep Basis Data
  •  Pengertian basis data
  •  Istilah-istilah basis data
  •  Komponen sistem basis data
  •  Tujuan dan manfaat basis data
  •  Kelemahan sistem basis data
  •  Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis
  •  Contoh basis data
  •  Database Management System (DBMS)
  •  Manfaat DBMS
  •  Pengguna basis data
  •  Model Basis Data

Pengertian Basis Data
Basis data adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan
file lain sehingga membentuk suatu bangunan data untuk menginformasikan suatu
perusahaan atau instansi dalam batasan tertentu
Istilah-istilah Basis data
Beberapa hal yang termaksud unsur-unsur dari basis data adalah sebagai berikut:
Entititas
Entititas adalah orang, tempat, kejadian atau konsep yang informasinya direkam.
Pada bidang kesehatan Entity adalah Pasien, Dokter, Kamar.
Field
Setiap entity mempunyai atribut atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Seorang
siswa dapat dilihat dari atributnya misalnya, NIM, Nama_siswa, Alamat.
Record
Record adalah kumpulan isi elemen data (atribut) yang saling berhubungan
menginformasikan tentang suatu entity secara lengkap.
Contoh Kumpulan atribut NIP, Nama, dan alamat berisikan “01001245566”, Sanusi,
Jl. Hati suci No 2 Kupang.
Data Value
Merupakan data aktual atau infomasi yang disimpan ditiap data elemen. Isi atribut
disebut nilai data.
Kunci Elemen Data ( Key Data Element )
Tanda pengenal yang secara unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan
entitas.
Contoh Entitas Mahasiswa yang mempunyai atribut-atribut npm, nama, alamat,
tanggal lahir menggunakan Kunci Elemen Data npm.
Komponen-komponen Sistem Basis Data ( Database )
Basis data merupakan sistem yang terdiri atas kumpulan file atau tabel yang saling
berhubungan dan Database Management System ( DBMS ) yang memungkinkan
beberapa pemakai untuk mengakses dan manipulasi file-file tersebut (
Fathansyah,1999 ). Dalam Sistem Basis data memiliki beberapa komponen yaitu:
Perangkat Keras ( Hardware )
Perangkat keras yang biasanya terdapat dalam sistem basis data adalah memori
sekunder hardisk.
Sistem Operasi ( Operating System )
Sistem Operasi (Operating System) merupakan program yang mengaktifkan atau
mengfungsikan sistem komputer, mengendalikan seluruh sumber daya (resource) dan
melakukan operasi-operasi dalam komputer. Sistem Operasi yang banyak digunakan
seperti: MS-DOS, MS-Windows 95 MS Windows NT, dan Unix.
Bas i s  data (  Database  )
Sebuah basis data ( Database ) dapat memiliki beberapa basis data. Setiap basis data
dapat berisi atau memiliki sejumlah objek basis data seperi file atau tabel.Database
Management System ( DBMS )
Pengolahan basis data secara fisik tidak dilakukan oleh pemakai secara langsung,
tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak yang disebut DBMS yang menentukan
bagaimana data disimpan, diubah dan diambil kembali.
Pemakai ( User )
Bagi pemakai dapat berinteraksi dengan basis data dan memanipulasi data dalam
program yang ditulis dalam bahasa pemograman.
Tujuan dan Manfaat Basis Data
Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar kita dapat
memperoleh data yang kita cari dengan mudah dan cepat (Fathansyah,1999).
Pemanfaatan basis data dilakukan dengan tujuan yaitu:
Kecepatan dan kemudahan (Speed )
Pemanfaatan Database memungkinkan kita untuk dapat menyimpan data atau
melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan
cepat dan mudah, dari pada kita menyimpan data secara manual.
Efisien ruang penyimpanan (Space)
Dengan Database penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena kita
dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah
pengkodean .
Keakuratan (Acuracy)
Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan
atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam Database yang berguna untuk
menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.

Keamanan (Security)
Dalam sejumlah sistem ( apilkasi ) pengelolah database tidak menerapkan aspek
keamanan dalam penggunaan database. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius,
aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu kita dapat menentukan siapa
yang boleh menggunakan database dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja
yang boleh dilakukan.
Terpeliharanya keselarasan data (Consitant)
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis
perubahan itu berlaku untuk keseluruhan
Data dapat dipakai secara bersama (shared)
Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa program aplikasi (secara
batch maupun on-line) pada saat bersamaan.
Dapat diterapkan standarisasi (standardization)
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan
standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman
maupun pertukaran data.
Kelemahan Sistem Basis Data
  •  Memerlukan tenaga spesialIS
  •  Kompleks
  •  Memerlukan tempat yang besar
  •  Mahal
Pengguna Basis Data
System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan Sistem Basis Data, dan juga
mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut kepada
pihak penjual
Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara
keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakannya dan
mengaturnya.
Tugas DBAMengontrol DBMS dan software-software

 Memonitor siapa yang mengakses basis data
§
 Mengatur pemakaian basis data
§
 Memeriksa security, integrity, recovery dan concurency
§
Program Utilitas yang digunakan oleh DBA :
 Loading Routines, Membangun versi utama dari basis data
§
 Reorganization Routines, Mengatur / mengorganisasikan kembali basis data
§
 Journaling Routines, Mencatat semua operasi pemakaian basis data
§
 Recovery Routines, Menempatkan kembali data, sebelum terjadinya kerusakan
§
 Statistical Analysis Routines, Membantu memonitor kehandalan sistem
§
End User (Pemakai Akhir)
Ada beberapa jenis (tipe) pemakai terhadap suatu sistem basis data yang dapat
dibedakan berdasarkan cara mereka berinteraksi terhadap sistem :
Programmer aplikasi
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalui Data Manipulation Language
(DML), yang disertakan (embedded) dalam program yang ditulis pada bahasa
pemrograman induk (seperti C, pascal, cobol, dll)
Pemakai Mahir (Casual User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menulis modul program. Mereka
menyatakan query (untuk akses data) dengan bahasa query yang telah disediakan oleh
suatu DBMS
Pemakai Umum (End User / Naïve User)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem basis data melalui pemanggilan satu
program aplikasi permanen (executable program) yang telah ditulis (disediakan)
sebelumnya
Pemakai Khusus (Specialized/Sophisticated User)
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional, tetapi untuk keperluan-
keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra, dll, yang bisa
saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.
Contoh penggunaan Aplikasi basis data dalam dunia bisnis
 Bank : Pengelolaan data nasabah, akunting, semua transaksi pe
§rbankan
 Bandara : Pengelolaan data reservasi, penjadualan
§
 Universitas : Pengelolaan pendaftaran, alumni
§
 Penjualan : Pengelolaan data customer, produk, penjualan
§




Pengantar Sistem Basis Data | Database Presentation Transcript
  • 1. Pengantar Sistem Basis Data/Database Bambang Karyadi http://b4mz.web.id
  • 2. Pendahuluan  Sistem berkas atau pengarsipan adalah :* Suatu system untuk mengetahui bagaimana cara menyimpan data dari file tertentu dan organisasi file yang digunakan.  Sistem akses :* Cara untuk mengambil informasi dari suatu file Organisasi file :* Teknik yang digunakan untuk menggambarkan dan menyimpan pada file
  • 3. BASIS DATA Basis Data (Database) dapat dibayangkan sebagai sebuah lemari arsip tempat menyimpan folder dan file. Basis Data terdiri dari 2 kata, yaitu Basis dan Data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang dimana tempat bersarang/berkumpul. Sedangkan Data adalah represntasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa, konsep, keadaan, dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks, gambar, bunyi, atau kombinasisnya.
  • 4. DBMS Suatu Data Base Management System (DBMS) terdiri dari sekumpulan data yang saling berhubungan dan suatu himpunan program yang melakukan akses terhadap data tersebut Tujuan dari DBMS yang paling utama adalah ‘EFFISIENT’ dan ‘CONVENIENT’ Management data melibatkan baik struktur informasi dan mekanisme dalam melakukan manipulasi terhadap informasi
  • 5. Perkembangan DBMS dan Kelengkapannya Berdasarkan Orientasi pemakainnya DBMS dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu: 1. DBMS yang berorientasi untuk satu atau sedikit pemakai. Contoh: MS-Access, dBase/Clipper, FoxBase, dan BorlandParadox. 2. DBMS yang berorientasi untuk banyak pemakai. Contoh: IBMDB2, Borland-Interbase, Informix, Oracle, MS-SQL Server, MySQL. Berdasarkan perkembangan teknologinya: 1. DBMS Konvensional (Legacy DBMS) 2. DBMS Berorientasi Objek (Objek-Oriented DBMS/OODBMS) 3. DBMS Obejk Relasional (Objek-Relational DBMS/ORDBMS) 4. DBMS untuk Web/Internet (Internet DBMS)
  • 6. KOMPONEN BASIS DATA  DATA, Data tersimpan secara terintegrasi dan dipakai secara* bersama-sama  HARDWARE, Perangkat keras yang digunakan dalam mengelola* sistem database  SOFTWARE, Perangkat lunak perantara antara pemakai dengan* data fisik. Perangkat lunak dapat berupa data base management system dan berbagai program aplikasi  USER, Sebagai pemakai sistem*
  • 7. DATA Ciri-ciri data didalam database :  Data disimpan secara terintegrasi (integrated)*  Database merupakan kumpulan dari berbagai macam file* dari aplikasi-aplikasi yang berbeda, yang disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian yang rangkap (redundant)  Data dapat dipakai secara bersama-sama (shared)*  Masing-masing bagian dari database dapat diakses oleh* pemakai dalam waktu yang bersamaan, untuk aplikasi yang berbeda
  • 8. HARDWARE  Terdiri dari semua peralatan perangkat keras* komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem database berupa:  Peralatan untuk penyimpanan database, yaitu* secondary storage (harddisk, disket, flash disk, CD)  Peralatan input (keyboard, scanner, kamera* digital) dan output (printer, layar monitor)  Peralatan komunikasi data (ethernet card, modem)*
  • 9. SOFTWARE  Berfungsi sebagai perantara (interface) antara* pemakai dengan data physik pada database.  Software pada sistem database dapat berupa:* Database Management System (DBMS), yang* menangani akses terhadap database, sehingga pemakai tidak perlu memikirkan proses penyimpanan dan pengelolaan data secara detail  Program-program aplikasi dan prosedur-prosedur*
  • 10. USER * Pemakai database dibagi atas 3 klasifikasi, yaitu: 1. Database Administrator (DBA), yaitu: * Orang/team yang bertugas mengelola sistem database secara keseluruhan 2. Programmer, yaitu: * Orang/team yang bertugas membuat program aplikasi yang mengakses database, dengan menggunakan bahasa pemrograman, seperti Clipper, VB, Oracle baik secara batch maupun online untuk berinteraksi dengan komputer 3. End-user, yaitu: * Orang yang mengakses database melalui terminal, dengan menggunakan query-language atau program aplikasi yang dibuatkan oleh programmer
  • 11. PERBEDAAN FILE MANAGEMENT SYSTEM DENGAN DATABASE MANAGEMENT SISTEM FILE MANAGEMENT SYSTEM DATA BASE MANAGEMENT SISTEM PROGRAM ORIENTED DATA ORIENTED KAKU LUWES/FLEKSIBEL REDUNDANCY DAN INCONSISTENCY KESELARASAN DATA TERKONTROL
  • 12. PROGRAM ORIENTED Susunan data di dalam file, distribusi data pada peralatan storage, dan organisasi filenya dipilih sedemikian rupa, sehingga program aplikasi dapat menggunakan secara optimal DATA ORIENTED Susunan data, organisasi file pada database dapat dirubah, begitu pula strategi aksesnya tanpa mengganggu program aplikasi yang sudah ada
  • 13. TUJUAN SISTEM BASIS DATA • • • • • • Mencegah data redudancy dan inconsistency Mempermudah dalam melakukan akses terhadap data Mempertimbangkan data isolation Mencegah concurent access anomaly Mempertimbangkan masalah ke-amanan data Mempertimbangkan masalah integritas
  • 14. KEUNTUNGAN PEMAKAIAN SISTEM BASIS DATA 1. MENGURANGI REDUNDANSI DATA YANG SAMA PADA BEBERAPA APLIKASI CUKUP DISIMPAN SEKALI SAJA. 2. MENGHINDARKAN INKONSISTENSI KARENA REDUNDANSI BERKURANG, SEHINGGA UMUMNYA UPDATE HANYA SEKALI SAJA. 3. TERPELIHARANYA INTEGRITAS DATA DATA TERSIMPAN SECARA AKURAT. 4. DATA DAPAT DIPAKAI BERSAMA-SAMA DATA YANG SAMA DAPAT DIAKSES OLEH BEBERAPA USER PADA SAAT BERSAMAAN. 5. MEMUDAHKAN PENERAPAN STANDARISASI MENYANGKUT KESERAGAMAN PENYAJIAN DATA. 6. JAMINAN SEKURITI DATA HANYA DAPAT DIAKSES OLEH YANG BERHAK. 7. MENYEIMBANGKAN KEBUTUHAN DAPAT DITENTUKAN PRIORITAS SUATU OPERASI, MISALNYA ANTARA UPDATE (MENGUBAH DATA) DENGAN RETRIEVAL (MENAMPILKAN DATA) DIDAHULUKAN UPDATE.
  • 15. KERUGIAN PEMAKAIAN SISTEM BASIS DATA  MAHAL*  Diperlukan hardware tambahan*  CPU yang lebih besar*  Terminal yang lebih banyak*  Alat untuk komunikasi*  Biaya performance yang lebih besar*  Listrik*  Personil yang lebih tinggi klasifikasinya*  Biaya telekomunikasi yang antar lokasi / kota* KOMPLEKS*  PROSEDUR BACKUP* & RECOVERY SULIT
  • 16. Konsep Dasar  Istilah – istilah dasar*  Entitas* Sekumpulan obyek yang mempunyai karakteristik sama dan bisa dibedakan dari lainnya. Obyek dapat berupa barang, orang, tempat atau suatu kejadian. Misal : mahasiswa, pegawai, nilai dsb
  • 17. Konsep Dasar  Atribut* Deskripsi data yang bisa mengidentifikasikan entitas Misal : entitas mahasiswa adalah no. Induk mahasiswa, nama mahasiswa, tempat lahir, tanggal lahir, dsb.  Field* Lokasi penyimpanan untuk salah satu elemen data atribut  Record* Kumpulan dari field yang berhubungan satu sama lain
  • 18. Konsep Dasar  File* Kumpulan dari record yang menggambarkan himpunan Entitas  Basis Data* Kumpulan file yang digunakan oleh program aplikasi serta membentuk hubungan tertentu di antara record-record di file-file tersebut
  • 19. Konsep Dasar  Key*  Elemen Record yang dipakai untuk menemukan Record*tersebut pada waktu akses  Jenis-jenis key:* * * * * * * Primary key Secondary key Candidate key Alternate key Composite key Foreign key
  • 20. Konsep Dasar  Primary key*  Field yang mengidentifikasikan sebuah record dalam file*  Bersifat unik* Primari Key NPM Nama Semester 07215410600 Bambang 3 07215410601 Karyadi 3
  • 21. Konsep Dasar  Secondary key*  Field yang mengidentifikasikan sebuah record dalam file*  Tidak bersifat unik* NPM Nama Program Studi 07215410600 Bambang 3 07215410601 Karyadi 3 Secondary Key
  • 22. Konsep Dasar  Candidate key*  Field-field yang bisa dipilih (dipakai) menjadi primary key* NPM Nama Semester 07215410600 Bambang 3 IT01 07215410601 Karyadi 3 TM01 Candicate key Kode_Prodi
  • 23. Konsep Dasar  Composite key*  Primary key yang dibentuk dari beberapa field* Hari Ruang Mata Kuliah Senin R206 Pengantar Teknik Informatika Senin R301 Kalkulus I Senin R302 Dasar-dasar Pemrograman I Composite key
  • 24. Konsep Dasar  Foreign key*  Field yang bukan key, tetapi adalah key pada file yang lain.* NID Nama Dosen 410 100 269 Budi Susetyo 410 100 411 Mo Muhyidin Nur Foreign key Primary key Kd_MK Mata Kuliah SKS NID TIF101 Pengantar Geo Informatika 3 410 100 269 TIF205 Analisa Numerik dan Komputasi 3 410 100 411
  • 25. Konsep Dasar  FILE*  File diletakkan di penyimpan sekunder.*  File mempunyai nama*  Karakteristik umum file*  Persistence* Bertahan lama yaitu kemampuan untuk dapat diakses di masa datang.  Shareability* Dapat digunakan bersama oleh beragam pemakai dan program  Size* File mempuyai ukuran yang relative besar
  • 26. Konsep Dasar  Operasi pada file / berkas*  Berdasarkan model proses* Batch* suatu proses yang dilakukan secara kelompok atau grup  Iterative* suatu proses yang dilakukan secara satu per satu yaitu record per record
  • 27. Konsep Dasar  Berdasarkan Model operasi :*  Create* Pembuatan berkas dengan cara membuat struktur berkas lebih dahulu, kemudian record-record dimuat ke dalam berkas tersebut  Up-date* Pengubahan isi dari berkas diperlukan untuk menjaga berkas tetap up to date (diperbaharui) Ada 3 bagian dalam proses up date : Insert/Penyisipan atau penambahan record*  Modify/Perbaikan field* Delete/Penghapusan record*
  • 28. * Konsep Dasar Retrieval Pengaksesan sebuah berkas untuk tujuan mendapatkan informasi Menurut ada tidaknya persyaratan, retrieval dibagi menjadi ** * * Comprehensive retrieval Proses untuk mendapatkan informasi dari semua record dalam berkas Misal : display all, list nama alamat Selective retrieval Mendapatkan informasi dari record-record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu Misal : list for program studi == ‘TI’
  • 29. Konsep Dasar * Maintenance Perubahan yang dibuat terhadap berkas dengan tujuan memperbaiki program dalam mengakses berkas tersebut. Ada dua cara yaitu : Restructuring* Perubahan struktur berkas Misalnya : Panjang field diubah Penambahan field baru  Reorganizing* Perubahan organisasi berkas dari organisasi yang satu menjadi organisasi berkas yang lain Misalnya :  dari organisasi berkas sequential menjadi berkas sequential* diindeks  dari langsung (direct) menjadi sequential (berurutan)*
  • 30. Konsep Dasar * RECORD Ukuran record biasa dinyatakan dalam byte Jenis record menurut panjangnya :  Fixed length record* Semua field di record mempunyai panjang yang tetap Kelebihan: tidak rumit dalam pemrograman Kekurangan: harus disediakan ukuran terbesar yang diperlukan
  • 31. Konsep Dasar * Variable length record Field-field di record mempunyai panjang berbeda-beda Kelebihan : hemat tempat Kekurangan: rumit dalam pemrogaman
  • 32. Konsep Dasar  Record View*  External View*  Bentuk record yang terlihat oleh user*  Disebut juga logical record*  Internal View*  Bentuk record secara fisik di dalam media penyimpanan*  Disebut juga physical record*
  • 33. Konsep Dasar  Data transfer*  Perpindahan data antara primar storage dengan secondary storage* PRIMARY STORAGE data SECONDARY STORAGE Tidak hanya memindahkan 1 (satu) logical record, tetapi 1 (satu) block*  1 block bisa* > 1 record  block disebut juga physical record* Data Transfer PRIMARY STORAGE DATA AREA SECONDARY STORAGE
  • 34. Konsep Dasar  Input Buffer*  Tempat 1 block disimpan didalam memory* Output Buffer*  Tempat 1 block yang akan direkam ke storage media*  Data Area** Tempat 1 logical record yang akan diproses
  • 35. Konsep Dasar  LOGICAL FILE STRUCTURE*  Adalah:*  Organisasi file* External View*  Kumpulan logical record*  Pandangan user tentang bagaimana kumpulan logical record* terorganisir  PHYSICAL FILE STRUCTURE*  Adalah:* Internal View*  Kumpulan physical record*  Letak/susunan physical record pada secondary storage*
  • 36. Konsep Dasar  JENIS FILE (Berdasarkan fungsinya):* * * * * * * MASTER FILE TRANSACTION FILE REPORT FILE WORK FILE PROGRAM FILE TEXT FILE
  • 37. Konsep Dasar  MASTER FILE*  Adalah:* * * * * Berisi data statis Data tentang satu sisi dari organisasi Berisi data historis Isinya relatif permanen PELANGGAN PEGAWAI MAHASISWA PERSEDIAAN BARANG NILAI MATAKULIAH
  • 38. Konsep Dasar  TRANSACTION FILE*  Adalah:*  Berisi data yang akan mengupdate master file*  Berisi kejadian atau perubahan terhadap sesuatu, yang*statusnya tersimpan dalam master file  REPORT FILE*  Adalah:*  Berisi data yang bentuknya telah disesuaikan untuk* kepentingan user  Data yang akan ditampilkan pada monitor*  Data yang akan dicetak*  Dihasilkan oleh:*  Report writer* Application program*
  • 39. Konsep Dasar  WORK FILE*  Adalah:* * * * * * * Temporary file File sementara File kerja Berisi sesuatu yang tidak permanen Isinya hanya dipakai sesaat saja Untuk memindahkan data dari satu program ke program yang lain
  • 40. Konsep Dasar  PROGRAM FILE*  Adalah:*  Berisi perintah untuk memproses data*  Bisa berisi perintah dalam:* * * * * High Level Language Low Level Language Machine Language Job Control Language  Perintah bisa berbentuk:* Source Code*  Hasil Kompilasi*  Hasil proses lainnya*
  • 41. Konsep Dasar  TEXT FILE*  Berisi:*  ALPHANUMERIC* & GRAPHIC DATA  Berasal dari program text editor*  Hanya dapat diproses oleh program text editor*
  • 42. Referensi 1. Fathansyah. Basis Data. Informatika Bandung: 2002 2. Presentasi Pengantar Basis Data (http://d.yimg.com/kq/groups/23367567/243277941/n ame/Pengantar-Sistem-BasisData.ppt)

MATERI II
SISTEM BASIS DATA

1.    Apa itu Sistem ?

-          SISTEM.

     Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Sistem berasal dari 
bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliraninformasimateri atau energi.Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

     -    DEFENISI SISTEM.

1. Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antara relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan linkungan (menurut LUDWING VON BARTALANFY).
2.Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain (menurut ANATOL RAPOROT).
3.Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya(menurut L.ACKOF).

2.    Apakah Sistem Data itu ?

-          Pengertian Sistem Basis Data.
• Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras, serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi pada para pengguna atau user.
• Penyusunan basis data meliputi proses memasukkan data kedalam media penyimpanan data dan diatur dengan menggunakan perangkat Sistem Manajemen Basis Data (Database Management System DBMS). Manipulasi basis data meliputi pembuatan pernyataan (query) untuk mendapatkan informasi tertentu, melakukan pembaharuan atau penggantian (update) data, serta pembuatan report data.

 • Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan tinjauan abstrak dari data bagi user. Jadi sistem menyembunyikan informasi mengenai bagaimana data disimpan dan dirawat, tetapi data tetap dapat diambil dengan efisien. Pertimbangan efisien yang digunakan adalah bagaimana merancang struktur data yang kompleks, tetapi tetap dapat digunakan oleh pengguna yang masih awam, tanpa mengetahui kompleksitas struktur data. Basis data menjadi penting karena munculnya beberapa masalah bila tidak menggunakan data yang terpusat, seperti adanya duplikasi data, hubungan antar data tidak jelas, organisasi data dan update menjadi rumit. Jadi tujuan dari pengaturan data dengan menggunakan basis data adalah :

• Menyediakan penyimpanan data untuk dapat digunakan oleh organisasi saat sekarang dan masa yang akan datang.
• Kemudahan pemasukan data, sehingga meringankan tugas operator dan menyangkut pula waktu yang diperlukan oleh pemakai untuk mendapatkan data serta hak-hak yang dimiliki terhadap data yang ditangani.
• Pengendalian data untuk setiap siklus agar data selalu up-to-date dan dapat mencerminkan perubahan spesifik yang terjadi di setiap sistem.
• Pengamanan data terhadap kemungkinan penambahan, pengubahan, pengerusakan dan gangguan-gangguan lain.

3.    Sebutkan dan jelaskan komponen utama Sistem Basis Data ?

-          Komponen Utama Sistem Basis Data.

a.    Perangkat Keras.
-          Perangkat keras komputer adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya.

b.    Sistem Operasi.
-          Sistem operasi (bahasa Inggris: operating system ; OS) adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak. Sistem operasi adalah jenis yang paling penting dari perangkat lunak sistem dalam sistem komputer.

c.    Basis Data.
-          Pangkalan data atau basis data (bahasa Inggris: database), atau sering pula dieja basisdata, adalah kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.
d.    Sistem Pengolah Basis Data (DBMS).

Pengelolaan basis data secara fisik tidak ditangani langsung oleh user (pemakai), tetapi ditangani oleh sebuah perangkat lunak (sistem) yang khusus / spesifik.
Perangkat inilah disebut DBMS, yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi, disimpan, diubah, dan diambil kembali. Perangkat tersebut juga menerapkan mekanisme pengamanan data (security), pemakaian data secara bersama (sharing data), pemaksaan keakuratan / konsistensi data, dan sebagainya.
Perangakat lunak yang termasuk DBMS adalah MS-Access, Foxpro, Dbase-IV, Foxbase, Clipper, dan lainnya untuk kelas sederhana, dan Oracle, Informix, Sybase, MS-SQL Server, dan lainnya untuk kelas kompleks / berat.

4.    Jelaskan tentang Abstraksi Data !
-          Abstraksi adalah deskripsi dari suatu masalah pada level generalisasi tertentu, sehingga memungkinkan kita untuk berkonsentrasi pada aspek kunci dari masalah tersebut tanpa memperhatikan hal-hal detail. Abstraksi data merupakan tingkatan-tingkatan pengguna dalam memandang bagaimana sebenarnya data diolah dalam sebuah sistem database sehingga menyerupai kondisi yang sebenarnya dihadapi oleh pengguna sehari-hari.

5.    Sebutkan dan jelaskan bagian-bagian penyusun abstraksi data ?

-   abstraksi data terdiri atas 3 bagian/level :

    1.Level Fisik (Physical Level). Pemakai melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri dan berkompeten dalam mengetahui bagaimana representasi fisik dari penyimpanan/pengorganisasian data (teks, angka, himpunan bit data, dll).

    2.Level Lojik/Konseptual (Conseptual Level). Menggambarkan data apa yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.

    3.Level Penampakan (View Level). Untuk pemakai yang hanya membutuhkan sebagian data/informasi dalam basis data yang kemunculannya di mata pemakai diatur oleh aplikasi end-user.




6.    Gambarkan dan jelaskan hubungan antara bagian dalam pertanyaan di atas ?


1.Level fisik / Internal level/physical level.
Merupakan level terendah pada abstraksi data yang menunjukkan bagaimana sebenarnya sebuah data disimpan. Pada level ini kita melihat data sebagai gabungan dari struktur dan data itu sendiri.  Misalkan Kita memiliki sebuah data mahasiswa. Pada level ini data mahasiswa dipandang dengan memperhatikan bahwa dalam data tersebut ada atribut Nama yang disimpan dengan tipe data varchar sebesar 20 byte dan NIM dengan ukuran 35 byte.

2.Level Konseptual atau level logik
Merupakan level berikutnya pada abstraksi data, menunjukkan data apa yang disimpan pada basis data dan hubungan apa saja yang ada di antara data tersebut. Misalkan kita memiliki 2 data masing-masing berupa data mahasiswa dan data dosen. Maka pada level ini kita melihat apa saja saja isi dari data mahasiswa tersebut
misalkan namanya = Ilham dan NIM = 13020110154. Dan pada tabel dosen kita melihat isi datanya misalkan nama_dosen = Syahrul Mubarak, S.Kom dan NIP = 132184934403. Selain melihat isi kedua data tersebut, dapat juga dilihat apakah ada relasi (hubungan) antara keduanya.

3. Level view / eksternal level
Pada level ini menggambarkan hanya sebagian saja yang dilihat dan dipakai dari keseluruhan database,
hal ini dikarenakan beberapa pemakai database tidak membutuhkan semua isi database. Misalnya dalam database
fakultas ada file mahasiswa, file dosen, file karyawan, file mata kuliah, file gaji dan file lainnya. Maka pemakai dalam level
ini hanya menggunakan satu atau sebagian tabel dari keseluruhan tabel yang ada di database fakultas. Misalnya bagian gaji hanya
menggunakan file gaji dan tidak menggunakan file mata kuliah karena tidak dibutuhkan.



7.    Sebutkan dan jelaskan manfaat Sistem Basis data ?
 Adapun manfaat database adalah:
1.      Sebagai komponen utama atau penting dalam sistem informasi, karena
         merupakan dasar dalam menyediakan informasi.
2.      Menentukan kualitas informasi yaitu cepat, akurat, dan relevan, sehingga
         infromasi yang disajikan tidak basi. Informasi dapat dikatakan bernilai bila
         manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya.
3.      Mengatasi kerangkapan data (redundancy data).
4.      Menghindari terjadinya inkonsistensi data.
5.      Mengatasi kesulitan dalam mengakses data.
6.      Menyusun format yang standar dari sebuah data.
7.      Penggunaan oleh banyak pemakai (multiple user). Sebuah database bisa
         dimanfaatkan sekaligus secara bersama oleh banyak pengguna (multiuser).
8.      Melakukan perlindungan dan pengamanan data. Setiap data hanya bisa
         diakses atau dimanipulasi oleh pihak yang diberi otoritas dengan memberikan
         login dan password terhadap masing-masing data.
9.      Agar pemakai mampu menyusun suatu pandangan (view) abstraksi dari data.
         Hal ini bertujuan menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan
         sistemnya dan database dapat mempresentasikan pandangan yang berbeda
         kepada para pengguna, programmer dan administratornya.

http://lsoumeru.mhs.uksw.edu/p/sistem-basis-data.html
Sistem Basis Data
[Waliyanto2000] Gabungan antara basis data dan perangkat lunak SMBD (Sistem Manajemen Basis Data) termasuk di dalamnya program aplikasi yang dibuat dan bekerja dalam satu sistem disebut dengan Sistem Basis Data.
Sistem Basis Data adalah suatu sistem menyusun dan mengelola record-record menggunakan computer untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang optimal yang diperlukan pemakai untuk proses mengambil keputusan. Salah satu cara menyajikan data untuk mempermudah modifikasi adalah dengan cara pemodelan data. Model yang akan dipergunakan pada pelatihan ini adalah Entity Relationship Model. Model Entity Relationship adalah representasi logika dari data pada suatu organisasi atau area bisnis tertentu dengan menggunakan Entity dan Relationship.
Entity/Entitas
  • Adalah obyek di dunia nyata yang dapat dibedakan dari obyek lain.
  • Entity Set/Kumpulan Entity adalah kumpulan dari entitas sejenis/dalam tipe sama.
  • Entity set dapat berupa: Obyek fisik : rumah, kendaraan, pegawai dan Obyek abstrak : konsep politik, pekerjaan, rencana, dll.
  • Simbol yang digunakan untuk entity adalah persegi panjang
Tipe entitas :
  •  Entitas Kuat yaitu entitas mandiri yang keberadaannya tidak bergantung pada keberadaan entitas lain
  • Entitas Lemah/Weak Entity yaitu entitas yang keberadaannya bergantung pada keberadaan entitas lain.
  • Entitas Assosiatif adalah entitas yang terbentuk dari suatu relasi, bisa terjadi jika : Relasi yang merekatkan dua entitas bersifat banyak ke banyak. Biasanya berasal dari suatu relasi dimana relasi itu memiliki makna mandiri bagi pengguna
Relationship
  • Adalah hubungan antara suatu himpunan entitas dengan himpunan entitas lainnya
  • Simbol yang digunakan adalah bentuk belah ketupat, diamod atau rectangle.
Contoh :
Derajat Relationship
Menjelaskan jumlah entity yang terlibat dalam suatu relationship
  • Unary Degree (Derajat satu) –>> hanya satu entity yang terlibat
  • Binary Degree (Derajat dua) –>> menghubungkan dua entity
  • Ternary Degree (Derajat tiga) –>> menghubungkan tiga entity
Atribut
Adalah property deskriptif yang dimiliki oleh setiap himpunan entitas
Jenis-jenis atribut :
  •  Atribut key –>> digunakan untuk mengidentifikasi suatu entity secara unik
  • Atribut tunggal –>> memiliki nilai tunggal
  • Atribut multivalue –>> memiliki sekelompok nilai untuk setiap instant entity
  • Atribut composite –>> dapat didekomposisi menjadi beberap atribut lain
  •  Atribut derivative –>> dihasilkan dari atribut yang lain
Key
Adalah sejumlah atribut yang mengidentifikasi record/baris dalam sebuah relation secara unique.
 Beberapa jenis key:
  •  Super Key –>> satu atribut atau kumpulan atribut yang secara unik mengidentifikasi sebuah record di dalam relasi atau himpunan dari satu atau lebih entitas yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi secara unik sebuah entitas dalam entitas set.
  • Candidate Key –>> atribut-atribut yang menjadi determinan yang dapat dijadikan identitas record pada sebuah relation bisa terdapat satu atau lebih candidate key.
  • Primary key –>> candidate key yang menjadi identitas record karena dapat mengidentifikasi record secara unik
  • Altenate key –>> candidate key yang tidak dijadikan primary key
  • Composite key –>> key yang terdiri dari 2 atribut atau lebih.
  • Atribut-atribut tersebut bila berdiri sendiri tidak menjadi identitas record, tetapi bila dirangkaikan menjadi satu kesatuan akan dapat mengidentifikasi secara unik
  • Foreign key –>> non key atribut pada sebuah relation yang juga menjadi key (primary) atribut di relation lainnya. Foreign key biasanya digunakan sebagai penghubung antara record-record dan kedua relation tersebut.
Data Base Management System (DBMS)/Sistem Manajemen Basis Data (SMB)
DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.
Kelebihan dari DBMS antara lain adalah:
  • Kepraktisan. DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil namun banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan menggunakan kertas.
  •  Kecepatan. Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
  • Mengurangi kejemuan. Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya.
  •  Update to date. Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.
Skema dan Instan Basis Data
Skema basis data merupakan deskripsi dari basis data yang spesifikasinya ditentukan dalam tahap perancangan namun tidak terlalu diharapkan diubah setiap saat. Penggambaran skema umumnya hanya berisi sebagian dari deatil deskripsi basis data.
Sekelompok data yang tersusun dalam satu baris rekaman (record/tuple) dan tersimpan dalam basis data disebut dengan instansi (instance) atau kejadian (occurences).



MATERI III
MODEL BASIS DATA
Model basis-data Presentation Transcript
  • 1. MODEL BASIS DATA
  • 2. MODEL BASIS DATAModel basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpandalam basis data. Model dasar yang paling umum ada 3:1. Model Hirarkisbisa disebut dengan model pohon, karena menyerupai pohon yangterbalik. Model ini menggunakan pola hubungan orang tua-anak(Parent-child). Setiap simpul (biasa dinyatakan dengan lingkaran ataukotak) menyatakan sekumpulan medan. Simpul yang terhubung kesimpul pada level dibawahnya disebut orang tua. Setiap orang tuabisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (1:M), tetapisetiap anak hanya memiliki 1 orang tua.simpul-simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak.Simpul orang tua yang tidak memiliki orang tua disebut akar (ROOT).Simpul yang tidak memiliki anak disebut daun (LEAF). Adapunhubungan antara anak dan orang tua disebut cabang.
  • 3. Contoh Model HirarkisAB C D EF G D I J KF GLevel 1Level 2Level 3Level 4
  • 4. DosenSiti NurbayaDosenSyamsul BahriBasis Data VisualBasicRudi Asti Dina Dina EdiKalkulusEdi ItaContoh DBMS yang menggunakan model hirarki adalah IMS (InformationManagement System), yang dikembangkan oleh IBM dan RockwellInternational System
  • 5. 2. Model Jaringan (Network)Model jaringan menyerupai model hirarkis,dengan perbedaan suatu simpul anak bisamemiliki lebih dari satu orang tua. Olehkarena sifatnya yang demikian, model inibisa menyatakan hubungan 1:1 (satu Orangtua punya satu anak), 1:M (satu orang tuapunya banyak anak), maupun M:M(beberapa anak bisa mempunyai beberapaorang tua)
  • 6. Contoh DBMS yang menggunakan model network adalah CA-IDMS/DB dari Computer Associates International Inc, yangsebelumnya dikenal sebagai IDMS-Integrated DatabaseManagement System.DosenSitiNurbayaDosenSyamsulBahriBasisData VisualBasicRudi Asti Dina Dina EdiKalkulusIta
  • 7. 3. Model RelasionalModel ini merupakan model yang paling sederhana sehingga mudahdigunakan dan dipahami oleh pengguna, serta yang paling popular saatini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua (yangdisebut relasi atau tabel), dengan masing-masing relasi tersusun atastuple dan atribut. Relasi dirancang sedemikian rupa sehingga dapatmenghilangkan kemubaziran data dan menggunakan Field Kunci(Primary Key) untuk berhubungan dengan relasi lain.Contoh model relasional:Nama Dosen Matakuliah MahasiswaSiti Nurbaya Basis Data RudiSiti Nurbaya Basis Data AstiSiti Nurbaya Basis Data DinaSiti Nurbaya Visual Basic DinaSiti Nurbaya Visual Basic EdiSyamsul Bahri Kalkulus ItaSyamsul Bahri Kalkulus Edi
  • 8. Pada prakteknya, relasi pada tabel diatas akan dinormalisasikansehingga akan terbentuk beberapa tabel yang saling terhubung.Kode_MK Mata KuliahDB001 Basis DataVB001 Visual BasicKL001 KalkulusNOBP Nama Mahasiswa0240001 Rudi0240002 Asti0240003 Dina0240004 Edi0240005 ItaNOBP Kode_MK Nilai0240001 DB0010240002 DB0010240003 DB0010240003 VB0010240004 VB0010240004 KL0010240005 KL001
  • 9. Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu relasi:1. Tidak ada tuple (record) yang kembar2. Urutan tuple tidak lah penting (dapat dipandang sembarangan)3. Setiap atribut memiliki nama yang unik4. Letak atribut bebas5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuksemua tuple.Pada model relasional, jumlah tuple suatu relasi disebut kardinalitasdan jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atauterkadang disebut arity. Relasi yang berderajat satu (hanyamemiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajatdua disebut binary, dan yang berderajat tiga Ternary. Relasiyang berderajat n disebut n-ary.Istilah lainnya domain, yaitu himpunan nilai yang berlaku bagi suatuatribut.Produk DBMS yang menggunakan model ini adalah Oracle,SyBase, Keluarga Dbase, Microsoft SQL, MySQL, Access dll.
  • 10. Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu relasi:1. Tidak ada tuple (record) yang kembar2. Urutan tuple tidak lah penting (dapat dipandang sembarangan)3. Setiap atribut memiliki nama yang unik4. Letak atribut bebas5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnya sama untuksemua tuple.Pada model relasional, jumlah tuple suatu relasi disebut kardinalitasdan jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atauterkadang disebut arity. Relasi yang berderajat satu (hanyamemiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajatdua disebut binary, dan yang berderajat tiga Ternary. Relasiyang berderajat n disebut n-ary.Istilah lainnya domain, yaitu himpunan nilai yang berlaku bagi suatuatribut.Produk DBMS yang menggunakan model ini adalah Oracle,SyBase, Keluarga Dbase, Microsoft SQL, MySQL, Access dll.
http://www.slideshare.net/iwanks1/model-basisdata

Model - Model Basis Data ~ Sistem Basis Data

Model Basis Data adalah kumpulan dari konsepsi basis data yang biasanya mewakili struktur dan relasi data yang terdapat pada suatu basis data. Esensi sebuah model basisdata adalah tempat dimana data atau suatu metodologi untuk menyimpan data. Kita tidak dapat melihat model basisdata tetapi kita dapat melihat algoritma yang digunakan oleh model basisdata tersebut.

Model-Model Basis Data pada hakekatnya adalah kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, relasi data, makna (semantik) data, dan batasan data.

Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data.
 
Beberapa Jenis Model Basis Data :

=> Model data File datar ( Flat-file data model )
+ Data flat file terdiri dari satu atau lebih file yang dapat dibaca, yang secara normal berbentuk format file text.
+ Informasi pada suatu flat-file disimpan sebagai fields, dengan fields-nya memiliki panjang konstan atau panjang bervariasi yang dipisahkan beberapa karakter (delimeter).

Contoh 1, Flat file Model Data
Model data flat-file dengan panjang fields-nya konstan.

Penjelasan Contoh 1:
+ Terdapat 3 fields : identifikasi angka, nama dosen, dan nama program studi.
+ Setiap fields memiliki panjang konstan karena field identifikasi angka selalu dimulai pada kolom #1 dan selalu berakhir pada kolom #4, field nama dosen selalu dimulai pada kolom #6 dan selalu berakhir pada kolom #25, dan seterusnya.

Contoh 2, Flat-file Model Data
Model data flat-file dengan panjang fields-nya bervariasi
0123: Mulyono: Progdi TI-S1
1234: Max Tetelepta : Progdi TI-S1
2345: Tyas Catur P.: Progdi TI-S1
3456: Ifan Riska:PS. Progdi TI-S1

Penjelasan Contoh 2 :
+ Model data flat-file dengan panjang fields bervariasi yang dipisahkan dengan delimeter.
+ Untuk setiap fields dipisahkan dengan titik dua. Setiap fields memiliki panjang tidak konstan.
+ Pada saat menggunakan fields separator, seharusnya fields seperatornya bukan merupakan karakter yang terdapat pada data.

Kelemahan model data flat-file:
- Flat-file tidak menggunakan struktur data yang dengan mudah dapat direlasikan
- Sulit untuk mengatur data secara efisien dan menjamin akurasi
- Lokasi fisik fields data dengan file harus diketahui
- Program harus dikembangkan untuk mengatur data

=> Model data Hirarki ( Hierarchichal data model )
+ Basis data Hirarki satu tingkat di atas basis data flat-file, dalam hal ini kaitanya dengan kemampuan untuk menemukan dan memelihara relasi antar kelompok data .
+ Arsitektur model data hirarki berdasarkan konsep hubungan parent/child.
+ Pada model data hirarki, suatu root table atau parent table berada apa struktur yang paling atas, terhubung ke child table yang dihubungkan dengan data 

Contoh: Hirarki Model Data

Kelebihan basis data hirarki :
- Data dapat dengan cepat dilakukan retrieve.
- Integritas data mudah dilakukan pengaturan.

Kelemahan basis data hirarki :
- Pengguna harus sangat familiar dengan struktur basis data.
- Terjadi redudansi data.

=> Model data Jaringan ( Network data model )
+ Model basis data jaringan merupakan perbaikan dari model basis data hirarki, yaitu dengan menambahkan kemampuan root table untuk melakukan share relationships dengan child tables.
+ Dalam hal ini child table dapat memiliki banyak root table dan untuk melakukan akses terhadap child table, tidak dibutuhkan lagi untuk mengakses root table terlebih dahulu.

Contoh 1, Model Data Jaringan

Contoh 2, Model Data Jaringan

Kelebihan model data jaringan :
- Data lebih cepat diakses
- User dapat mengakses data dimulai dari beberapa tabel
- Mudah untuk memodelkan basis data yang komplek
- Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data.

Kelemahan basis data jaringan :
- Struktur basis datanya tidak mudah untuk dilakukan modifikasi
- Perubahan struktur basis data yang telah didefinisikan akan mempengaruhi program aplikasiyang mengakses basis data
- User harus memahami struktur basis data.

=> Model data Relasional ( Relational data model )
+ Model basis data relasional merupakan model basis data yang paling populer banyak digunakan sekarang ini.
+ Unit utama yang disimpan pada basis data adalah berbentuk tabel atau kelompok data yang saling berhubungan.
+ Tabel terdiri baris dan kolom, baris adalah merepresentasikan tuple atau record pada tabel, dan kolom merepresentaksikan fields pada tabel.
+ Tabel dapat berhubungan dengan tabel yang lain dengan menggunakan kunci

Contoh : Model Data Relasional
Kelebihan basis data relasional :
- Data sangat cepat diakses
- Struktur basis data mudah dilakukan perubahan
- Data direpresentasikan secara logik, user tidak membutuhkan bagaimana data disimpan.
- Mudah untuk membentuk query yang komplek dalam melakukan retrieve data
- Mudah untuk mengimplementasikan integritas data
- Data lebih akurat
- Mudah untuk membangun dan memodifikasi program aplikasi
- Telah dikembangkan Structure Query Language (SQL).

Kelemahan basis data relasional :
- Kelompok informasi/tables yang berbeda harus dilakukan joined untuk melakukan retrieve data
- User harus familiar dengan relasi antar tabel
- User harus belajar SQL.

=> Model Data Keterhubungan antar Entitas ( Entity Relationship data model )
+Menjelaskan hubungan antar data dalam sistem basis data berdasarkan suatu presepsi bahwa real world terdiri dari obyek-obyek dasar yang mempunyai hubungan relasi antara obyek-obyek tersebut.
+Relasi antara obyek dilukiskan dengan menggunakan simbol-simbol grafis tertentu.

Contoh : Model Data Keterhubungan antar Entitas

Keterangan simbol :













Keuntungan Model Data Keterhubungan antar Entitas :
- Secara konseptual model basisdata ini sederhana.
- Keamanan basisdata lebih baik
- Kebebasan data
- Integritas data dalam satu tree lebih baik
- Basisdata skala besar lebih efisien

Kerugian Model Data Keterhubungan antar Entitas :
- Sistem lebih rumit
- Kekurangan pada kebebasan struktural

=> Model Data Berorientasi Obyek
+ Model basis data berorientasi objek adalah suatu model basis data, dimana data didefinisikan, disimpan, dan diakses menggunakan pemrograman berorientasi objek.
+ Basis data berorientasi objek didefinisikan dengan menggunakan bahasa pemrograman berorientasi objek, yaitu bahasa Java.
+ Aplikasi End user juga di bangun dengan menggunakan bahasa berorientasi objek.
+ Object database management system digunakan untuk membuat link antara basis data dan aplikasi. 
Contoh : Model Data Berorientasi Obyek
 

Kelebihan basis data berorientasi objek : 
- Programmer hanya dibutuhkan memahami konsep berorientasi objek untuk mengkombinasikan konsep berorientasi objek dengan storage basis data relasional
- Objek dapat dilakukan sifat pewarisan dari objek yang lain
- Secara teoritis mudah untuk mengatur objek
- Model data berorientasi objek lebih kompatibel dengan tools pemrograman berorientasi objek. 

Kelemahan basis data berorientasi objek : 
User harus memahami konsep berorientasi objek, karena basis data berorientasi objek tidak dapat bekerja dengan metoda pemrograman tradisional

http://bangvandawablog.blogspot.com/2012/09/model-model-basis-data-sistem-basis-data.html



MATERI IV
RELATIONAL DATABASE MODEL
MODEL RELASI DAN NORMALISASI DATABASE
18 Feb
RELASI
Pengertian
Konstruksi utama untuk merepresetasikan data dalam model relasional adalah relasi. Relasi terdiri dari skema relasi dan contoh relasi. Contoh relasi adalah tabel, dan skema relasi mendeskripsikan kepala kolom dari tabel tersebut. Sebuah database relasional adalah kumpulan item data yang diatur sebagai satu set tabel resmi dijelaskan dari mana data dapat diakses dengan mudah. Sebuah database relasional dibuat menggunakan model relasional. Perangkat lunak yang digunakan dalam database relasional disebut sistem manajemen database relasional (RDBMS). Sebuah database relasional adalah pilihan utama dalam menyimpan data, lebih dari model lain seperti model database hirarkis atau model jaringan. Ini terdiri dari tabel nomor n dan meja masing-masing memiliki kunci sendiri utamanya.
Karakteristik Relasi
Relasi dalam model basis data relasional memiliki karakteristik :
  1. Semua entry / elemen data pada suatu baris dan kolom tertentu harus mempunyai nilai tunggal (single value), atau suatu nilai yang tidak dapat dibagi lagi (atomic value), bukan suatu kelompok pengulangan
  2. Semua entry / elemen data pada suatu kolom tertentu dalam relasi yang sama harus mempunyai jenis yang sama
  3. Masing-masing kolom dalam suatu relasi mempunyai nama yang unik
  4. Pada suatu relasi  / tabel yang sama tidak ada dua baris yang identik

Design Model Database Relasional

A. Model Relasional
Model relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua (yang disebut relasi atau tabel), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi dirangcang dengan menggunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.

B. Pengertian Model Data Relasional
Model Data Relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi, yang terdiri atas baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data.
Model ini menunjukkan cara mengelola/mengorganisasikan data secara fisik dalam memory sekunder, yang akan berdampak pula pada bagaimana kita mengelompokkan data dan membentuk keseluruhan data yang terkait dalam sistem yang kita buat.
Pada model relasional, basis data akan disebar ( dipilah-pilih­) ke dalam berbagai tabel 2 dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar yang disebut dengan baris data (row/record) dan lajur vertikal biasa disebut dengan kolom (column/field). Disetiap pertemuan baris data dan kolom itulah, item-item data (satuan data terkecil) ditempatkan. Dalam kehidupan kita sehari – hari, Tabel merupakan bentuk natural (alamiah) dalam menyatakan fakta / data yang sering kita gunakan. Itulah sebabnya, model ini lebih mudah kita terapkan ketimbang model basis data yang lain.
Pada model relasional, jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atau terkadang disebut arity. Relasi yang berderajat satu (hanya memiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajat dua disebut binary dan relasi yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang berderajat n disebut n-ary.
Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu relasi:
1. Tak ada tupel (baris) data yang kembar
2. Urutan tuple tidaklah penting (tupel-tupel dapat dipandang dalam sembarang urutan)
3. Setiap atribut memiliki nama yang unik
4. Letak atribut bebas ( urutan atribut tidak penting)
5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnnya sama untuk semua tupel
Sebagaimana dikatakan didepan, tupel-tupel yang terdapat pada suatu relasi tidak ada yang kembar. Sesungguhnya bagian yang menyebabkan tidak adannya tupel yang kembar adalah yang disebut kunci primer. Kunci primer adalah kunci kandidat yang dipilih sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi baris dalam tabel.

A. Karakteristik Tabel
1. Pengurutan record dalam suatu tabel
Tabel didefinisikan sebagai satu set Record
Record dalam suatu Tabel tdk mempunyai urutan tertentu
2. Pengurutan Nilai dalam suatu Record
Suatu n-record mrp ordered-list (suatu list terurut) dari n nilai; sehingga urutan-urutan nilai dalam suatu record menjadi penting
3. Nilai-nilai dalam Record
Setiap nilai dalam suatu Record merupakan satu nilai yang utuh (tidak dapat dipecah menjadi komponen-komponen yang lebih kecil dalam kontek model Tabel)
Composite dan multivalued attribute tdk diperbolehkan dalam model relasional.
attribute2 multivalued harus dipisahkan menjadi Tabel2 yang terpisah
attribute2 composite harus disajikan oleh simple attributes yang membentuknya
4. Struktur tabel
Terdiri atas bagian heading dan body
Bagian heading sebagai himpunan attribut
Bagian body sebagai himpunan tuple (record), dengan tiap tuplenya adalan himpunan
Pasangan attribut (field) dan nilainnya
Nilai setiap attribut diambil dari domain tertentu
Setiap tuple diidentifikasikan unik oleh primary key

B. Atribut Kunci dari Relasi
1. SUPERKEY : satu atau lebih atribut (kumpulan atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam tabel secara unik.
Berdasarkan contoh relasi sebelumnya, maka SUPERKEY-nya adalah : {nim, nama_mhs} dan {nim}.
2. CANDIDATE KEY : relasi mungkin mempunyai lebih dari satu key. Masing-masing disebut CANDIDATE KEY.
3. PRIMARY KEY (PK) : CANDIDATE KEY yang digunakan untuk mengidentifikasikan tuple yang unik pada suatu relasi. Berdasarkan contoh sebelumnya, maka PRIMARY KEY-nya adalah nim.
4. FOREIGN KEY (FK) : suatu schema relasi dapat memiliki atribut yang menunjuk ke PRIMARY KEY dari relasi lain. Atribut ini disebut FOREIGN KEY. 

C. Keuntungan & kelemahan model data reasional
Keuntungan lain menggunakan model data relasional dibandingkan dengan model data herarkhi dan jaringan adalah:
1. model data rasional lebih luas dibandingkan yang lain .nilai data dalam tabel tidak ada pembatasan dalam berbagai proses pencarian data . hal ini tidak terdapat pada model data herarkhi dan jaringan dimana manipulasi data dibatasi oleh bagaimana struktur data dibuat.
2. Model data relasional mempunyai latar belakang teori matematik. Hal ini akan memudahkan dalam pembentukan hubungan matematis sebagai dasar dalam prosedur pemrosesan data disamping pemrograman komputer . sebab bagaimanapun juga dalam pelaksanaan sistem harus dilakukan dalam bahasa program tertentu .
3. Pengorganisasian model relasional sangat sederhana , sehingga mudah dipahami .
4. Basis data yang sama biasanya dapat disajikan lebih sedikit terjadi data rangkap (Redun-dansy data) dengan menggunakan model relasional dibandingkan dengan model data herarkhi dan jaringan.
Sedangkan kelemahannya adalah :
1. Lebih sulit dalam implementasinya terutama untuk data dala,m jumlah besar dan tingkat kompleksitasnya tinggi.
2. Proses pencarian informasinya lebih lambat. Hal ini disebabkan beberapa tabel tidak dihubungkan secara fisik (seperti pada model hirarkhi atau jaringan).dalam manipulasi data menggunakan beberapa tabel akan memerlukan waktu yang lama , karena tabel-tabel haus dihubungkan terlebih dahulu.
D. Studi Kasus
Untuk mengilustrasikan model data relasional secara lebih nyata , berikut kita ambil sebuah contoh basis data sederhana yang berkaitan dengan pendidikan(akademik). Basis data ini terdiri atas tiga (3) buah tabel yaitu. Mahasiswa, Mata Kuliah, dan Nilai.

http://sitiumiati.wordpress.com/2011/05/09/design-model-database-relasional/


Model Relasional
Model relasional merupakan model yang paling sederhana sehingga mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna, serta yang paling populer saat ini. Model ini menggunakan sekumpulan tabel berdimensi dua (yang disebut relasi atau tabel), dengan masing-masing relasi tersusun atas tupel atau baris dan atribut. Relasi dirangcang dengan menggunakan kunci tamu untuk berhubungan dengan relasi lain.
Istilah dalam Basis Data Relasional
1.Relasi : Relasi merupakan sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris. Relasi menunjukkan adanya hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda.
2.Atribut : Atribut merupakan kolom pada sebuah relasi. Setiap entitas pasti memiliki aribut yang mendeskripsikan karakter dari entitas tersebut. Penentuan atau pemilihan atribut-atribut yang relevan bagi sebuah entitas merupakan hal penting dalam pembentukan model data.
3.Tuple : Tuple merupakan baris pada sebuah relasi atau kumpulan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan tentang suatu entitas secara lengkap. Satu record mewakili satu data atau informasi tentang seseorang, misalnya : NPM,nama mahasiswa, alamat, kota, dll.
4.Domain : Domain merupakan Kumpulan nilai yang valid untuk satu atau lebih atribut.
5.Derajat (degree) : Degree merupakan Jumlah atribut dalam sebuah relasi.
6.Kardinalitas (Cardinality) : Kardinalitas merupakan Jumlah tupel dalam sebuah relasi.
Pengertian Model Data Relasional
Model Data Relasional adalah suatu model basis data yang menggunakan tabel dua dimensi, yang terdiri atas baris dan kolom untuk menggambarkan sebuah berkas data. Model ini menunjukkan cara mengelola/mengorganisasikan data secara fisik dalam memory sekunder, yang akan berdampak pula pada bagaimana kita mengelompokkan data dan membentuk keseluruhan data yang terkait dalam sistem yang kita buat. Pada model relasional,Basis data akan disebar atau dipilah-pilah kedalam berbagai tabel dua dimensi. Tiga komponen yang mendasari model data relasional:
1.Struktur data
2.Pemanipulasi data
3.Integritas data
 Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar yang disebut baris data (row / record) dan lajur vertical yang biasa disebut dengan kolom (column / field). Dalam kehidupan kita sehari – hari, Tabel merupakan bentuk natural (alamiah) dalam menyatakan fakta / data yang sering kita gunakan. Itulah sebabnya, model ini lebih mudah kita terapkan dari pada  model basis data yang lainnya.
Pada model relasional, jumlah tupel suatu relasi disebut kardinalitas dan jumlah atribut suatu relasi disebut derajat (degree) atau terkadang disebut arity. Relasi yang berderajat satu (hanya memiliki satu atribut) disebut unary. Relasi yang berderajat dua disebut binary dan relasi yang berderajat tiga disebut ternary. Relasi yang berderajat n disebut n-ary.
Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu relasi:
1. Tak ada tupel (baris) data yang kembar,
2. Urutan tuple tidaklah penting(tupel-tupel dapat dipandang dalam sembarang urutan),
3. Setiap atribut memiliki nama yang unik,
4. Letak atribut bebas ( urutan atribut tidak penting),
5. Setiap atribut memiliki nilai tunggal dan jenisnnya sama untuk semua tupel.
Sebagaimana dikatakan didepan, tupel-tupel yang terdapat pada suatu relasi tidak ada yang kembar. Sesungguhnya bagian yang menyebabkan tidak adannya tupel yang kembar adalah yang disebut kunci primer.
Macam- macam model dan keuntungan data dasar :
1.Hierarkis (Di kenal juga sebagai model pohon)
2.Jaringan (Disebut juga model CODASYL)
3.Relasional ( Model ini berupa tabel berdimensi dua yang disebut relasi atau table)
4.Bentuknya sederhana
5.Mudah melakukan berbagai operasi data.
 Kunci Relasi :
1. SUPERKEY : satu atau lebih atribut (kumpulan atribut) yang dapat membedakan setiap baris data dalam tabel secara unik.Berdasarkan contoh relasi sebelumnya, maka superkey-nya adalah : {nim, nama_mhs} dan {nim}.
2. CANDIDATE KEY : relasi mungkin mempunyai lebih dari satu key. Masing-masing disebut candidate key.
3. PRIMARY KEY (PK) : candidate key yang digunakan untuk mengidentifikasikan tuple yang unik pada suatu relasi. Berdasarkan contoh sebelumnya, maka primary key-nya adalah nim.
4. FOREIGN KEY (FK) : suatu skema relasi dapat memiliki atribut yang menunjuk ke primary key dari relasi lain. Atribut ini disebut foreign key.
Relational Integrity Rules (Aturan Integritas Relasional)
1.Null : Nilai suatu atribut yang tidak diketahui dan tidak cocok untuk baris (tuple) tersebut. Nilai (konstanta) Null digunakan untuk menyatakan / mengisi atribut-atribut yang nilainya memang belum siap/tidak ada.
2.Entity Integrity : Tidak ada satu komponen primary key yang bernilai null.
3.Referential Integrity : Suatu domain dapat dipakai sebagai kunci primer bila merupakan atribut tunggal pada domain yang bersangkutan.
Bahasa Pada Basis Data Relasional
Bahasa Basis Data Relasional Menggunakan bahasa query pernyataan yang diajukan untuk mengambil informasi. Bahasa Query (Query Language) lebih ditekankan pada aspek pencarian data dari dalam tabel. Aspek pencarian ini sedemikian penting karena merupakan inti dari upaya untuk pengelolaan data.
Bahasa query terbagi 2 :
1. Bahasa Formal
Bahasa query yang diterjemahkan dengan menggunakan simbol- simbol matematis.
Contoh :
•Aljabar Relasional : Bahasa query prosedural, pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan dan bagaimana untuk mendapatkannya.
•Kalkulus Relasional : Bahasa query non-prosedural, pemakai menspesifikasikan data apa yang dibutuhkan tanpa menspesifikasikan bagaimana untuk mendapatkannya. Kalkulus Relasional terbagi menjadi dua yaitu Kalkulus Relasional Tupel dan Kalkulus Relasional Domain.
2. Bahasa Komersial
Bahasa Query yang dirancang sendiri oleh programmer menjadi suatu program aplikasi
agar pemakai lebih mudah menggunakannya (user friendly).
Contoh :
• QUEL : Berbasis pada bahasa kalkulus relasional
• QBE : Berbasis pada bahasa kalkulus relasional
• SQL : Berbasis pada bahasa kalkulus relasional dan aljabar relasional.
Model Data Rasional lebih luas dibandingkan yang lain .nilai data dalam tabel tidak ada pembatasan dalam berbagai proses pencarian data . hal ini tidak terdapat pada model data herarkhi dan jaringan dimana manipulasi data dibatasi oleh bagaimana struktur data dibuat. Dengan model data relasional yang bentuknya sederhana sehingga seseorang mudah melakukan berbagai operasi data.

http://rudiabdilah.blogspot.com/2012/10/model-data-relasional.html

Pengertian Sistem Manajemen Basis Data

Sistem Manajemen Basis-Data (Data Base Management System / DBMS) adalah perangkat lunak sistem yang memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan meng-akses basis data dengan cara praktis dan efisien. DBMS dapat digunakan untuk meng-akomodasikan berbagai macam pemakai yang memiliki kebutuhan akses yang berbeda-beda. DBMS pada umumnya menyediakan fasilitas atau fitur-fitur yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah, aman, dan cepat. Beberapa fitur yang secara umum tersedia adalah:

* Keamanan : DBMS menyediakan sistem pengamanan data sehingga tidak mudah diakses oleh orang yang tidak memiliki hak akses.

* Independensi : DBMS menjamin independensi antara data dan program, data tidak bergantung pada program yang meng-akses-nya, karena struktur data-nya dirancang berdasarkan kebutuhan informasi, bukan berdasarkan struktur program. Sebaliknya program juga tidak bergantung pada data, sehingga walaupun struktur data diubah, program tidak perlu berubah.

* Konkruensi / data sharing : data dapat diakses secara bersamaan oleh beberapa pengguna karena manajemen data dilaksanakan oleh DBMS.

* Integritas : DBMS mengelola file-file data serta relasi-nya dengan tujuan agar data selalu dalam keadaan valid dan konsisten

* Pemulihan : DBMS menyediakan fasilitas untuk memulihkan kembali file-file data ke keadaan semula sebelum terjadi-nya kesalahan (error) atau gangguan baik kesalahan perangkat keras maupun kegagalan perangkat lunak.

* Kamus / katalog sistem : DBMS menyediakan fasilitas kamus data atau katalog sistem yang menjelaskan deskripsi dari field-field data yang terkandung dalam basisdata.

* Perangkat Produktivitas : DBMS menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sehingga memudahkan para pengguna untuk menarik manfaat dari database, misalnya report generator (pembangkit laporan) dan query generator (pembangkit query / pencarian informasi).


Sistem Manajemen Basis-Data (DBMS) memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan pengelolaan data tanpa DBMS, walaupun tidak terlepas dari beberapa kelemahan.

Keunggulan DBMS antara lain sbb:

* Mengurangi duplikasi data atau data redundancy
* Menjaga konsistensi dan integritas data
* Meningkatkan keamanan data
* Meningkatkan effisiensi dan effektivitas penggunaan data
* Meningkatkan produktivitas para pengguna data
* Memudahkan pengguna dalam menggali informasi dari kumpulan data
* Meningkatkan pemeliharaan data melalui independensi data
* Meningkatkan pemakaian bersama dari data
* Meningkatkan layanan backup dan recovery data
* Mengurangi konflik antar pengguna data

Kelemahan DBMS antara lain sbb:

* Memerlukan suatu skill tertentu untuk bisa melakukan administrasi dan manajemen database agar dapat diperoleh struktur dan relasi data yang optimal
* Memerlukan kapasitas penyimpanan baik eksternal (disk) maupun internal (memory) agar DBMS dapat bekerja cepat dan efisien.
* Harga DBMS yang handal biasanya sangat mahal
* Kebutuhan akan sumber daya (resources) biasanya cukup tinggi
* Konversi dari sistem lama ke sistem DBMS terkadang sangat mahal, disamping biaya pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak, diperlukan pula biaya pelatihan.
* Apabila DBMS gagal menjalankan misinya maka tingkat kegagalan menjadi lebih tinggi karena banyak pengguna yang bergantung pada sistem ini.

Perlu ditambahkan disini bahwa beberapa DBMS berbasis objek sebenarnya tetap menggunakan file data relasional biasa, dengan kata lain, programnya berbasis objek tetapi datanya masih model relasional biasa. Software seperti ini biasanya disebut sebagai Object Oriented Relational DataBase Management System (OORDBMS), misalnya Visual dBase.

Salah satu tujuan dari DBMS adalah untuk menyediakan sarana antar muka (interface) dalam meng-akses data secara efisien tanpa harus melihat kerumitan atau detail tentang cara data direkam dan dipelihara. DBMS memiliki arsitektur untuk melakukan abstraksi dari data sehingga dapat diperoleh independensi data-program.

Pada tahun 1975, badan standarisasi nasional Amerika ANSI-SPARC (American National Standards Institute – Standards Planning and Requirements Committee) menetapkan tiga level abstraksi dalam database, yaitu:

1. Level Eksternal (external level) atau Level Pandangan (view level)
2. Level Konseptual (conceptual level)
3. Level Internal (internal level) atau Level Fisik (physical level)

Level Eksternal adalah level yang berhubungan langsung dengan pengguna database. Pada level ini pengguna (user) hanya bisa melihat struktur data sesuai dengan keperluannya sehingga setiap user bisa memiliki pandangan (view) yang berbeda dari user lainnya. Pada level ini pula dimungkinkan pandangan user berbeda dengan representasi fisik dari data, misalkan untuk data hari secara fisik data direkam dalam bentuk kode (1, 2, 3, dst) sedang user melihat data dalam bentuk teks nama hari (Ahad, Senin, Selasa, …). Data yang dilihat oleh user seakan-akan berasal dari satu file, secara fisik mungkin diambil dari beberapa file yang berelasi.

Level Konseptual adalah level dari para administrator database, pada level ini didefinisikan hubungan antar data secara logik, sehingga diperlukan struktur data secara lengkap. Para administrator database memahami bagaimana satu view dijabarkan dari beberapa file data, demikian pula pada saat perancangan database mereka dapat saja membagi data menjadi beberapa file agar dapat diakses dan disimpan secara efisien.

Level Internal adalah level dimana data disimpan secara fisik dalam bentuk kode, teks, angka, bit. Pada level ini didefinisikan allokasi ruang penyimpanan data, deskripsi data dalam penyimpanan, kompressi data (agar lebih hemat), dan enkripsi data (agar lebih aman).

Agar independensi data dapat dicapai maka disediakan pemetaan antar lapisan (level), yatiu pemetaan eksternal-konseptual dan pemetaan konseptual-internal. Pada pemetaan eksternal-konseptual, DBMS dapat memetakan field-field data dari user-view ke dalam struktur data yang sesungguhnya. Pada pemetaan konseptual-internal, DBMS dapat menemukan rekaman fisik dari data yang didefinisikan pada struktur logika.


BAHASA DBMS

Implementasi bahasa DBMS bervariasi sesuai dengan variasi perusahaan yang merancangnya, namun pada prinsipnya bahasa ini bisa dikategorikan ke dalam tiga komponen bahasa, yaitu:

1. Data Definition/Decription Language (DDL)
2. Data Manipulation Language (DML)
3. Device Control Media Language (DCML)

DDL adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mendefinisikan struktur data antara lain perintah untuk membuat tabel baru (CREATE) dimana terdefinisi komponen/field data dengan tipe dan panjangnya, mengubah index (INDEX, REINDEX) agar setiap rekord dalam satu file data dapat diakses melalui indeks-nya, mengubah struktur (MODIFY STRUCT) dari file data, dan sebagainya. Komponen bahasa ini banyak digunakan oleh para administrator basisdata pada saat merencanakan atau membangun file-file basisdata.

DML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk memanipulasi data, komponen ini diperlukan oleh para pengguna untuk memanipulasi data, antara lain perintah-perintah untuk melakukan hal-hal berikut ini:

* mengambil data dari basisdata (LIST, DISPLAY)
* menambah data kedalam basisdata (INSERT, APPEND)
* meremajakan data yang ada dalam basisdata (UPDATE)
* menghapus data yang tidak diperlukan (DELETE)
* meng-urutkan data (SORT)
* menghitung frekuensi data (COUNT)
* mencari data (SEEK, FIND)

DML dapat dibedakan atas dua macam, yaitu DML Prosedural dan DML Non-Prosedural. Pada DML Prosedural ketika data akan dimanipulasi maka perintah harus disertai dengan perintah-perintah bagaimana data diakses dari file database.

Perintah DML Prosedural biasanya termuat dalam bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming language) seperti COBOL, C, C++ dan sebagainya. Pada DML non-Prosedural data dapat dimanipulasi langsung tanpa harus memerintahkan bagaimana data dibaca dari file. Perintah DML non-Prosedural biasanya digunakan dalam bahasa-bahasa DBMS seperti pada dBase, Access, Paradox, FoxPro, SQL, dan sebagainya.

DCML adalah komponen bahasa DBMS yang digunakan untuk mengatur perekaman atau penyimpanan data secara fisik. Komponen bahasa DCML digunakan oleh operator-operator sistem basisdata didalam mengatur file-file data secara fisik. Perintah-perintah yang termuat dalam komponen ini, antara lain perintah perintah: merekam (Write Record, Create Table), menghapus (Drop, Delete Table).

pengertian basis data

Pengertian Data Base

PENGERTIAN DATABASE
Beberapa definisi tentang Database :
1. Menurut Gordon C. Everest :
Database adalah koleksi atau kumpulan data yang mekanis, terbagi/shared, terdefinisi secara formal dan dikontrol terpusat pada organisasi.
2. Menurut C.J. Date :
Database adalah koleksi “data operasional” yang tersimpan dan dipakai oleh sistem aplikasi dari suatu organisasi.
– Data input adalah data yang masuk dari luar sistem
– Data output adalah data yang dihasilkan sistem
– Data operasional adalah data yang tersimpan pada sistem
3. Menurut Toni Fabbri :
Database adalah sebuah sistem file-file yang terintegrasi yang mempunyai minimal primary key untuk pengulangan data.
4. Menurut S. Attre :
Database adalah koleksi data-data yang saling berhubungan mengenai suatu organisasi / enterprise dengan macam-macam pemakaiannya.
Jadi SISTEM DATABASE adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
Sifat-sifat database :
• Internal : Kesatuan (integritas) dari file-file yang terlibat.
• Terbagi/share : Elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun secara serentak dan pada waktu yang sama (Concurrent sharing).
Elemen-elemen database :
A. Tipe :
1. Enterprise = Suatu jenis organisasi, misalnya Bank, Hotel, Universitas dan lain-lain.
2. Entity = File = Obyek pada enterprise berdasarkan data yang disimpan
3. Atribute = Field = Data item = Beberapa hal yang ingin diketahui dari suatu file
4. Record = Satu set field yang merupakan ciri khas dari suatu file
Istilah entity dan atribute biasanya digunakan pada tingkat konsepsual dan logikal, sedangkan file, record dan field pada tingkat internal/fisikal.
Hubungan : Enterprise terdiri dari beberapa entity, entity terdiri dari beberapa record dan record terdiri dari beberapa field.
Enterprise Entity / File Record Atribute/Field
B. Isi / Nilai :
1. Data File : Seluruh isi data pada file
2. Data Record : Satu set isi data pada suatu susunan field dari suatu file
3. Data Value : Isi data masing-masing data elemen.
Sumber-sumber daya suatu organisasi / enterprise :
Ada 5 M Sumber Daya, yaitu :
• Man : Manajemen Personalia (Manusia)
• Machine : Manajemen peralatan (Mesin)
• Material : Manajemen industri (Bahan Baku)
• Money : Manajemen Keuangan (Uang)
• Message : Manajemen Informasi.
DATA Merupakan sumber daya yang paling penting dalam perusahaan, data perlu disimpan dan dimanajemen (rencana, desain, operasi, kontrol dan evaluasi). Proses manajemen dilaksanakan dalam siklus hidup (Life Cycle).
Manajemen data dapat dilakukan secara administrasi manual atau dengan memakai komputer, secara umum Sistem Database adalah sistem penyimpanan data memakai komputer.
4 Komponen DATA PROCESSING yang menggunakan Sistem Database :
1. Perangkat Keras (Hardware) : Penyimpanan Sekunder
2. Perangkat Lunak (Software) : Program Aplikasi, DBMS
3. Data : Database mempunyai sifat internal (integritas dari file-file yang terlibat) dan terbagi / share
4. User : User pembuat program aplikasi, end user (user pemakai data langsung), DBA (Penanggung jawab).
Penanggung jawab sistem database adalah DBA (Database Administratur) ;
1. Syarat menjadi DBA
– Berkeahlian Teknik
– Berkeahlian tentang enterprise
2. DBA yaitu orang/group yang bertanggung jawab pada seluruh pengontrolan database
3. Tanggung jawab DBA :
– Menetapkan isi database
– Menetapkan struktur data pada penyimpanan sekunder dan metode akses
– Melayani kebutuhan user
– Mendefinisikan pengecekan kewenangan penggunaan database oleh user dan menetapkan
prosedur validasi suatu database.
– Menetapkan strategi backup dan recovery
– Memonitor unjuk kerja dan melayani kebutuhan akan perubahan-perubahan kepentingan.
4. Untuk melaksanakan tanggung jawabnya DBA harus mempunyai beberapa program utility, misalnya :
– Create Routine : Untuk membuat database baru
– Reorganization Routine : Untuk menyusun kembali database (misal : untuk menghapus
tempat-tempat kososng dari record-record yang sudah tidak berlaku)
– Journalizing / Logging Routine : Untuk mencatat semua operasi yang telah dikerjakan,
siapa usernya.
– Recovery Routine : Memperbaiki kerusakan database pada posisi sebelum kerusakan.
– Statistical Analisys Routine : Untuk memonitor hasil-hasil database.
Salah satu alat penting DBA adalah Data Dictionary yaitu segala sesuatu kekurangan tentang elemen-elemen database misal : Data apa saja yang dipakai suatu program aplikasi, data apa yang dibutuhkan untuk suatu laporan dari suatu departemen.
Kedudukan DBA :
Vendor
Database DBA Management
Hardware +
Software Staff
Data
Processing Aplication User
System + operation Development Community
Staff Staff
DBMS (Database Managemen System)
1. Menutut C.J. Date : DBMS adalah merupakan software yang menghandel seluruh akses pada database untuk melayani kebutuhan user.
2. Menurut S, Attre : DBMS adalah software, hardware, firmware dan procedure-procedure yang memanage database. Firmware adalah software yang telah menjadi modul yang tertanam pada hardware (ROM).
3. Menurut Gordon C. Everest : DBMS adalah manajemen yang efektif untuk mengorganisasi sumber daya data.
Jadi DBMS : Semua peralatan komputer (Hardware+Software+Firmware). DBMS dilengkapi dengan bahasa yang berorientasi pada data (High level data langauage) yang sering disebut juga sebagai bahasa generasi ke 4 (fourth generation language).
Fungsi DBMS : – Definisi data dan hubungannya
– Memanipulasi data
– Keamanan dan integritas data
– Security dan integritas data
– Recovery/perbaikan dan concurency data
– Data dictionary
– Unjuk kerja / performance
Peralatan untuk menetapkan/menentukan pendekatan database disebut DBMS
DBMS merupakan software (dan hardware) yang kusus didesain untuk melindungi dan memanage database.
Dengan menggunakan DBMS, maka dapat :
• Mendefinisikan data dan hubungannya.
• Mendokumentasikan struktur dan definisi data
• Menggambarkan, mengorganisasikan dan menyimpan data untuk akses yang selektif/dipilih dan efisien.
• Hubungan yang sesuai antara user dengan sumber daya data.
• Perlindungan terhadap sumber daya data akan terjamin, dapat diandalkan, konsisten dan benar.
• Memisahkan masalah Logical dan physical sehingga merubah implementasi database secara fisik tidak menghendaki user untuk merubah maksud data (Logical).
• Menentukan pembagian data kepada para user untuk mengakses secara concurent pada sumber daya data.
Contoh DBMS :
1. Database Hierarchy : Pengaksesan data harus mengikuti aturan hierarchy yang sudah didefinisikan terlebih dahulu.
Contoh : IMS-2 (Information Management System) oleh IBM, 1968
2. Data Network : Data membentuk jaringan yang lebih bebas dari model hierarchy.
Contoh : IDMS (Integrated Database Management System) oleh Cullinett Software Inc,
1972
3. Data Relational : Data dikelompokkan secara bebas menurut jenisnya lewat proses
normalisasi
Contoh : – INGRES oleh UN of CA & Relational Tech., 1973
– System-R oleh IBM Research, 1975
– ORACLE oleh Relational Software Inc. , 1979
– DBASE II oleh Ashton-Tate, 1981
PENDEKATAN TRADITIONAL VS DATABASE
Mengapa memilih pendekatan database karena pendekatan pemrosesan data sebelum pendekatan database adalah terpusat pada program aplikasi
Pendekatan tradisional, berorientasi pada program aplikasi dan tiap-tiap aplikasi berdiri sendiri-sendiri. contoh : aplikasi produk, aplikasi inventory dsb.
Sehingga terdapat masalah-masalah :
• Data redundancy : Duplikasi data yang sama pada beberapa file.
Redundansi dapat direduksi/dikurangi tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali
sehingga akan menyebabkan inconsistency (data tidak konsisten), incosistency dapat dihilangkan dengan cara Propagating Update yaitu melakukan update secara serentak pada field-field yang redundansi.
Contoh : Jika pelanggan pindah alamat dan nomer telponnya maka seharusnya ketiga file yang memuat data tersebut harus diubah/update (contoh File Anggota, File transaksi peminjaman, file Pengembalian), bila salah satu saja dari file yang mengandung data tersebut terlewat diupdate maka terjadilah tidak konsisten tadi. Untuk itu perlu adanya propagating update ketiga file tersebut.
• Data Isolation : Datanya terisolasi bagi user dan untuk melihatnya harus membuka program terlebih dahulu.
• Ketidakmampuannya dalam menjawab kebutuhan/pertanyaan sewaktu-waktu.
• Ketidakmampuan dalan sharing data yaitu elemen-elemen database dapat dibagikan pada para user baik secara sendiri-sendiri maupun serentak dan pada waktu yang sama.
• Biaya pengembangan yang tinggi sehingga tidak responsif terhadap kebutuhan perubahan.
Gambar :
Aplication 1 Aplication 2 Aplication 3
File File File File File File
1-A 1-B 2-A 2-B 3-A 3-B
Pendekatan Database, berarti data bebas dari program aplikasi (Data independent)
– Kemaren : Melakukan Desain
– Hari ini : Dioperasikan
– Yang akan datang : Dikembangkan
Gambar :
Aplication 1 Aplication 2 Aplication 3
Database
Management
System
Database
Keuntungannya :
• Mengurangi data redundancy : Data redundansi dapat direduksi/dikurangi, tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (untuk kepentingan keyfield)
• Data integrity : Integritas/kesatuan data dapat dipertahankan, hal ini sebagi akibat dari penghindaran inconsistency dan pengontrolan security.
• Data independent : Kebebasan data contoh . Jika terdapat perubahan struktur file pelanggan maka program tersebut haruslah diubah. Jadi bahwa program yang telah dibuat tidak bebas terhadap database yang ada, apapun yang terjadi pada struktur file, setiapkali hendak melihat data dengan utility List, dll. ini berarti perintah-perintah dalam paket DBMS bebas terhadap database.
• Data security : Kontrol sekuriti dapat dilakukan. DBA dapat mengatur kewenganan penggunaan database (update, retrieve, delete)
• Data consistency : Inconsistency dapat dihilangkan
• Mudah dalam penggunaan datanya
• Membutuhkan sedikit memory untuk penyimpanan data.
Kerugiannya :
Mahal (teknologi DBMS, Operation, Conversion, Planning, Risk)
ARSITEKTUR DATABASE
ARCHITECTURE DATABASE, tiga tahapan dalam sistem database :
External Level
(Individual User Views)
Conceptual Level
(Community User Views)
Internal Level
(Storage Views)
Keterangan :
1. External Level : Setiap user mempunyai bahasa dalam penyelesaiannya
– Bahasa pemrograman : pembuat program aplikasi
– Bahasa Query ex. formulir, menu : Pemakai data langsung
2. Conceptual Level : Pandangan secara menyeluruh
3. Internal Level : Bagaimana secara fisik data tersimpan pada penyimpan sekunder
Contoh :
External (PL/I)
DCL 1 EMPP,
2 EMP# CHAR (6),
2 SAL FIXED BIN (31); External (COBOL)
01 EMPC.
02 EMPNO PIC X(6)
02 DEPTNO PIC X(4)
Conceptual
EMPLOYEE
EMPLOYEE_NUMBER CHARACTER (6)
DEPARTEMENT_NUMBER CHARACTER (4)
SALARY NUMERIK (5)
Internal
STORED_EMP LENGTH = 18
PREFIX TYPE = BYTE (6) , OFFSET = 0
EMP# TYPE = BYTE (6) , OFFSET = 6 , INDEX = EMPX
DEPT# TYPE = BYTE (4) , OFFSET = 12
PAY TYPE = REALWORD , OFFSET = 16
DETAIL SYSTEM ARCHITECTURE DATABASE
User A1 User A2 User B1 User B2 User B3
Host +DSL Host +DSL Host + DSL Host + DSL Host + DSL
External
Shema External View A External View B
External/conceptual mapping A Mapping B
DBA
DBMS
Conceptual Conceptual View
Schema
conceptual/internal mapping
Storage structure
Definition Storage Database
(Internal Schema) (Internal View)
User Interface
TIGA MODEL DESAIN DATABASE :
1. Conceptual model : Merupakan pengumpulan / integrasi seluruh kebutuhan atribut dari para user / aplikasi menjadi satu pandangan organisasi
2. Logical model : Dari model conceptual yang terbentuk dapat dipilih salah satu model data dasar logikal : hirarki, network atau relational. Kemudian dibagikan kepada para user yang berwenang
3. Physical model : Bagaimana secara fisik data tersimpan pada penyimpanan sekunder, yang perlu dipertimbangkan mengenai metode akses (menyimpan / stored dan mengambil / retrieval) dan teknik pengindeksan untuk retrieval (pencarian lebih cepat).
Gambar :
Model External Model External Model External
Aplikasi 1 Aplikasi 2 Aplikasi 3
Kebutuhan konsepsual
Aplikasi 1
Kebutuhan konsepsual
Aplikasi 2 Model Model
Konsepsual Logikal Model
Internal
Kebutuhan konsepsual
Aplikasi 3
Kebutuhan konsepsual Mapping Mapping
Aplikasi 4
Keterangan :
Model Konsepsual adalah permodelan data yang merupakan awal dari kegiatan mendesain database.
Setiap aplikasi mengharapkan suatu kumpulan atribute. Model konsepsual merupakan pengumpulan / integrasi seluruh kebutuhan atribute dari para user / aplikasi menjadi satu pandangan organisasi. Dengan proses normalisasi seluruh atribut-atribut tersebut dikelompokkan sesuai dengan himpunannya.
Model logikal : Dari model konsepsual yang dibentuk dari proses normalisasi diatas dapat dipilih salah satu model data dasar logikal : hierarchy, Network atau Relational.
Setelah model data dasar logikalnya ditentukan dapat dipilih salah satu DBMS yang ada dipasaran.
Contoh DBMS :
– Hirarchy : IMS-2
– Network : IDMS
– Relational : System-R, Inggres, Oracle, DBase-2
Model data logikal yang dibuat berdasarkan suatu DBMS tersebut menentukan bagaimana data diberikan pada user / aplikasi. Masing-masing user / aplikasi menerima sejumlah atribut untuk keperluannya. Kumpulan atribut yang diterima oleh user / aplikasi tersebut dinamakan Sub skema atau sub model.
Setelah dipilih salah satu model data logikal, model konsepsual dipertakan (mapping) ke model data logikal.
Model Fisikal : Menggambarkan bagaimana secara fisik data tersimpan pada penyimpan sekunder.
Pertimbangan-pertimbangan yang perlu dipikirkan antara lain : Metode akses dan teknik pengindeksan.
Dengan Low Level Data Language (LLDL : Basic, fortran, cobol pascal dll.) dapat membentuk suatu model data fisikal tertentu untuk melayani kebutuhan model data logikal. Kelemahan LLDL adalah tidak mempunyai Query language.
Ad. 1. Membuat model data Konsepsual dan Proses Normalisasi
– Data diasumsikan mempunyai model relational
– Langkah-langkah yang dikerjakan :
1. Mengumpulkan dan menganalisa data.
Data dikumpulkan dari :
– Data yang telah ada (Existing Data) :
contoh : Formulir-formulir, rekening, laporan, file data yang telah ada dan program
– Data yang akan datang (Future Data).
2. Proses normalisai : Yaitu proses untuk mengelompokkan atribut pada tabel-tabel
yang telah menggambarkan entity-entity dan hubungan-
hubungannya satu sama lain.
3. Gambaran secara grafis : Menggambarkan hubungan entity-entity yang didapat dari proses Normalisasi. Dan melengkapi gambar entity-entity yang ada dengan Atribute-atribute dan kunci-kuncinya.
CONTOH DATA BASE
Contoh pemakaian aplikasi database :
– Transaksi pembelian dari Mall/Supermarket
– Transaksi pembelian atas pemakaian kartu kredit
– Tempat penampungan data pesanan bagi agen travel
– Mengolah data asuransi
– Penggunaan Internet
– Pelajaran di Kampus
Pra Database
File Based System
– Kumpulan dari program aplikasi yang memberikan bagi pengguna akhir berupa laporan
– Masing-masing program menerjemahkan dan memanajemen data sendiri-sendiri
File Based Processing
Database Application
Maksudnya ketika sales mengentry, data yang dimasukan akan dip roses dan dimasukan kedalam sebuah database khusus sales. Didalam database sales terdapat bermacam data, misalnya BarangKhususSewa memiliki (noBarang, namaBarang,type,idPemilik) PemilikUtama (idPemilik, namePemilik, alamat, telPemilik) PenyewaBarang (idPenyewa, namaPenyewa, alamat). Ketiga data tersebut merupakan keterkaitan satu sama lain, tetapi hanya dikenali oleh bagian sales.
Limitations of File-Based Approach
– Membatasi dan Mengasingkan data, artinya data di pelihara dengan sendiri-sendiri dan data 1 sama lain mestinya dapat berhubungan tetapi dikotak-kotakan sehingga data tidak mengenal 1 sama lain.
– Duplikasi data, data yang sama masing-masing diterjemahkan oleh program yang berbeda-beda. Membuang kapasitas daya tampung serta format file yang berbeda.
– Ketergantungan data, struktur file digambarkan didalam kode program. Maksudnya data tersebut bersifat kaku, ketika coding menuliskan data berjumlah ‘4’ jumlah data di filebase pun berjumlah ‘4’.
– Ketidakcocokan format file, penulisan file berbeda bahasa, dan tentunya tidak dapat diakses 1 sama lain.
– Penetapan Query pada program aplikasi, maksudn ya program ditulis untuk fungsi-fungsi ertentu sana, Jika dibutuhkan data baru maka perlu adanya sebuah program baru juga.
Database
Kenapa diperlukan database?
Data dapat diterjemahkan kedalam sebuah aplikasi program, dibandingkan terpisah atau diolah masing-masing. Kontrol akses luas dan manipulasi pada data dapat dilakukan oleh sebuah aplikasi program. Hasilnya berupa DBMS (database management system).
– Koleksi data dapat diakses bersama secara logika data pun berhubungan 1 sama lainnya, dan sengaja dirancang khusus untuk informasi yang dibutuhkan sebuah perusahaan.
– Pemetaan data disediakan bebas untuk di olah satu sama lain di sebuah database.
– Secara logika data merupakan kesatuan, memiliki atribut yang lengkap dan saling berhubungan dari suatu organisasi/ data perusahaan.
Database Management System (DBMS)
Suatu sistem perangkat lunak untuk mendeskripsikan/ memperlihatkan, membuat, memelihara database dan memberikan control siapa saja yang dapat mengakses database tersebut.
DBMS
Berbeda sekali bukan dengan File base? Database yang dikelola dengan DBMS terlihat lebih terintegrasi oleh sistem. Artinya, ketika Sales membutuhkan BarangKhususSewa (noBarang, namaBarang,type,idPemilik) PemilikUtama (idPemilik, namePemilik, alamat, telPemilik) PenyewaBarang (idPenyewa, namaPenyewa, alamat) data tersebut dapat pula di monitoring/ diakses oleh Contracts. Keuntungannya kapasitas media penyimpanan tidak terbuang, karena sang Contracts tidak perlu lagi membuat ketiga sumber data tersebut (tinggal sorot ke database saja).
Pendekatan Database (Database Approach)
Data Definition language (DDL), mendefinisikan bahasa yang digunakan memberi izin atas jenis data, struktur data dan batasan-batasan atas siapa saja yang akses ke data. Semua spesifikasi tentang data tersimpan dalam sebuah database. Contoh coding : Create, Delete, Rename Data Manipulation Language(DML), fasilitas umum enquiri (query language) dari data. Contoh code : insert, update, delete, merge Kontrol akses ke database, system security, kesatuan atas system, kontrol sistem perbaikan, konrol sistem hak akses, dan concurrency. Contoh Contoh code : Grant, dan Provoke A view mechanism, maksudnya data yang ada akurat dan banyak pihak yang ingin menggunakan atau cocok untuk semua bagian dari suatu organisasi yang membutuhkan. Contoh code : Select Perbolehkanlan setiap user untuk memiliki dan melihat dari database, yang utama adalah perlihatkan sub bagian dari database tersebut.
Manfaat nya adalah :
~mengurangi kompleksitas
~bertambahnya keamanan
~menyediakan tampilan dan mekanisme database yang berbeda dari yang biasanya.
~meskipun database diubah, database dasar/basic tetap konsisten, sesuai dengan struktur.
Lalu peran apa saja yang ada di lingkungan database?
~ Data Administrator (DA)
~ Database Administrator (DBA)
~ Database Designers (Logical and Physical)
~ Application Programmers
~ End Users (naive and sophisticated)
Siapa bilang sistem database tidak punya sejarah?
Generasi pertama, menggunakan hirarki dan network Generasi kedua, menggunakan metode relasional Generasi ketiga, menggunakan objek relasional dan objek orientied.
Keuntungan DBMS :
– Mengurangi duplikasi data
– Data yang dimiliki konsisten
– Banyak informasi dari data yang sama
– Berbagi data
– Mengembangkan data yang sudah terintegrasi
– Bertambahnya keamanan data
– Sesuai dengan standartisasi
– Skala ekonomi, Akurat, tepat waktu, dan relevan dibandngkan dengan membuang-buang biaya.
– Menyeimbangi dengan permasalahan kebutuhan.
– Data yang dapat dipertanggungjawabkan.
– Produktifitas
– Pemeliharaan data dapat dilakukan dengan bebas
– Backup, dan Pengembalian data yang rusak dapat dilakukan
Kekurangannya :
– Kapasitas daya tampung, apabila data sudah sangat besar sekali.
– Biaya DBMS
– Biaya hardware
– Dampak dari kesalahan cara kerja
SIKLUS HIDUP DATABASE
Physical
Creation
2
Design Conversion
1 3
For New
Aplication
Growth
change & Integration
maintenace 4
6
Operation
5
1. Design Phase : Merencanakan model data yang akan dipakai
2. Phisical Creation Phase : Pembentukan phisik yaitu data mulai dibentuk atau disimpan pada penyimpanan sekunder
3. Conversion phase : Konversi dari database yang lama atau yang sudah ada ke database yang baru
4. Integration phase : Integrasi aplikasi yang sudah ada dan yang baru ke database yag baru
5. Operation phase : Pengoperasian database yang baru, contoh : manipulasi, concurency, backup data
6. Growth, change and maintenance : Adaptasi terhadap perubahan lingkungan organisasi.
Fase 3 dan 4 diperlukan apabila suatu organisasi sebelumnya telah memiliki database. Apabila database yang didesain merupakan pertama dalam organisasi maka fase 3 dan 4 tidak dilakukan.
The Stages Theory Richard Nolan
1. Initiation (Permulaan)
– Komputer mulai dipakai
– Pengolahan data terpusat pada Data Processing
– User menyerahkan masalah pada Dep. DP, user tidak dilibatkan lebih jauh.
– Aplikasi-aplikasi minta dikomputerkan dan masing-masing berdiri sendiri.
2. Contagion (Penularan)
– Manager mulai antusias dan minta macam-macam pemecahan aplikasi
– Biaya pemakaian komputer tidak terkontrol dan merupakan biaya over head.
– H/W dan staf DP bertambah dengan cepat.
– Pengendalian DP lemah, aplikasi-aplikasi tidak terpadu.
3. Control
– Dipertimbangkan biaya manual dan komputer
– Perencanaan dan keterpaduan aplikasi mulai dipikirkan
– Pelayanan informasi untuk manajer menengah ditingkatkan dibanding level operasional yang sudah
dikerjakan dulu.
4. Integration
– Pemakaian teknologi baru, database dan desain sistem yang terstruktur
– User dibutuhkan dalam membuat S/I
– Komputer dirasa sebagai milik seluruh organisasi.
5. Data Administration
– Teknologi database dominan
– Muncul fungsi baru (administrasi data) yaitu merencanakan kebutuhan dan pembagian data pada para
user.
– User merasa sebagai pemilik data, I/S terpadu berfungsi membagi data yang berkepentingan.
6. Maturity
– Komputer terpadu dengan proses manajerial
– Data merupakan penunjang perencanaan strategi
– Aplikasi-aplikasi mencerminkan aliran informasi.
Ad. 1 Design phase
Merenacanakan model data yang akan dipakai : ada 3 tingkatan yaitu conceptual model, logical model, physical model.
Ad. 2 Struktur fisik database
METODA AKSES berarti cara retrieving, uodating, adding, inserting dan deleting.
mula-mula melakukan pembentukan fisik, dengan DDL mendefinisikan dan membentuk (create) file-file database.
keterangan metode akses :
Yaitu untuk menyimpan (stored) dan mengambil (retrieval) dari penyimpanan sekunder
Metoda akses pada DBMS :
1. Metoda akses model internal yaitu Data disimpan secara fisik
– Physical Sequential : Akses urut secara fisik (file sequential)
– Indexed Sequential (ISAM): Akses lewat index untuk file sequential
– Direct : Akses langsung pada alamat record (file random)
– Indexed Random : Akses lewat index untuk file random
– Hashing : Akses langsung dengan memproses lebih dahulu alamat recordnya
– Inverted : Akses lewat macam-macam index (bolak-balik).
2. Metode akses model external yaitu metode akses yang berdasarkan gambaran hubungan logical menggunkan istilah-istilah HLDL dari DBMS.
Macam-macam :
• VSAM (Virtual Storage Access Methode)
yaitu membuat file data dengan indeks pada suatu kunci record / alamat record memakai struktur B-Tree
• OSAM (Overflow Sequential Access Methode)
yaitu membuat file data dengan struktur link-list
• HSAM (Hirarchical Sequential Access Methode)
Yaitu data disimpan urut seperti pada pita sesuai dengan urutan hirarkinya
• HISAM (Hirarchical Indexed Sequential Access Methode)
Akses index pada segmen akar/root, akses sequential pada segmen cabang
• HDAM (Hirarchical Indexed Dirrect Access Methode)
Yaitu akses hashing pada segmen akar, akses direct ke segmen cabang
• HIDAM (Hirarchical Indexed Dirrect Access Methode)
Yaitu akses index pada segemen akar, akses direct ke segmen cabang
Ad. 3. Konversi
Konversi adalah pengubahan data dari sistem database lama ke sistem database baru.
Masalah-masalah yang dihadapi adalah :
– Format file yang berbeda
– Model database yang berbeda
Konversi ini adalah pekerjaan besar yang dilakukan berangsur-angsur dan membutuhkan waktu cukup lama.
Ad. 4. Integration
Integrasi adalah penyatuan dari program-program aplikasi untuk database yang baru.
Ad. 5. Operasi Database
Beberapa hal yang harus diperhatikan :
1. Entry dan update
Langkah pertama pengoperasian pada database adalah entry dan menyimpan data. Bila ada kesalahan atau perubahan dari data tersebut, maka data yang telah tersimpan tersebut dapat diperbaiki.
Ada 2 cara entry dan update :
a. Entry / update by individual record : Seluruh data item dari formulir data entry / update disimpan / diambil dan disimpan kembali pada 1 record dalam 1 file.
b. Entry / update by transaction : data item dari formulir transaksi dapat diambil / disimpan dari pada beberapa record dari beberapa file. Data-data item formulir transaski tidak disimpan pada 1 record, selain pada file utamanya (master file), transaski dapat disimpan pada suatu file transaksi.
2. Backup dan recovery
Sekali database diimplementasikan, salah satu fungsi yang harus dipelihara adalah tersedianya data setiap saat untuk para user.
Backup adalah pekerjaan menduplikasikan record-record database atau menyimpan perubahan-perubahan pada database.
Recovery adalah proses untuk memperbaiki kembali database dari kerusakan yang dialaminya. kerusakan ini umumnya adalah kerusakan fisik pada penyimpanan sekunder.
Ada 3 macam cara backup :
a. Dump : Menduplikat seluruh record database yang dioperasikan pada database backup
b. Transaction Log : Menyimpan transaksi-transaksi yang merubah database.
c. Image Log : Menyimpan record-record database sesudah / sebelum perubahan pada database.
Ada 6 cara recovery :
a. Dual recording
b. Periodic dump
c. Periodic dump dan transaction log
d. Periodic dump dan logging after image
e. Periodic dump dan logging before image dan transaction log
f. Residual dump.
3. Reorganization
Dalam sistem database pada suatu saat dapat diadakan pembersihan database terhadap record-record yang tidak digunakan secara aktif lagi. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat akses pada database yang terganggu dengan banyaknya record-record yang tidak / jarang digunakan itu, record-record yang tidak aktif tersebut dapat dipindahkan dan disimpan dalam suatu file. Proses pembersihan record-record tidak aktif itu dinamakan reorganization, metode reorganization ini tergantung dari model database yang dipilih.
4. Restructuring
Pada suatu lingkungan yang dinamis setelah suatu periode berjalan pasti dirasakan kebutuhan perubahan, contoh :
– Penambahan/penghapusan suatu data elemen, perubahan ukuran/size suatu data elemen, pertukaran data elemen antar file tersebut.
– Perubahan metode akses.
– Proses perubahan model internal dan sekaligus logikal.
5. Monitoring, performance and tuning
– Evaluasi secara periodik terhadap unjuk kerja sistem database, dapat pada ketepatan data atau kelambatan unjuk kerja.
– Kekurangan-kekurangan ini hendaknya diperbaiki dan dilaraskan/tuning.
6. Security
Sekurity data sangat penting dalam sistem database, artinya mengontrol pengaksesan data dalam database terhadap orang-orang yang tidak berwenang, sehingga mencegah :
– Penyingkapan rahasia.
– Perubahan data.
– Perusakan / penghapusan data.
Ada 3 kelompok yang berhubungan dengan Database :
a. USER : User adalah pemilik data, user sesuai dengan departemennya hanya berwenang untuk sekumpulan data tertentu, kontrol pengaksesan data oleh user ini dapat dilakukan dengan memakai PASSWORD. Password ini mempunyai 2 fungsi :
– Memberi identifikasi seorang user
– Memberi kewenangan (authorized) dan hak (privilege)
Macam-macam hak pada sistem database adalah :
1. Hak retrieval : Mencari dan melaporkan
2. Hak Update pada record meliputi :
– Append (Menambah)
– Insert (Menyisipi)
– Modifikasi (Merubah)
– Delete (Menghapus)
3. Hak Definition File meliputi :
– Create (Mendefinisikan file baru)
– Revision (Merevisi definisi yang ada)
– Delete (Menghapus seluruh file)
– Memberi indeks
4. Hak GRANT (memberi) hak pada user.
Hak definition dan Grant hanya dimiliki oleh DBA.
Pembuatan Password harus mengingat hal-hal :
1. Mudah diingat
2. Sulit ditebak
3. Cukup sering diubah
4. Kerahasiaannya terlindungi.
b. Programer : Ada 2 macam programer
– Aplication Programer : Programer yang membuat program-program aplikasi
– System programer : Programer yang membuat program-program sistem yang memadukan dan mengontrol program-program aplikasi. misal : membuat menu untuk masing-masing user, membuat log transaction pemakaian program dan database dari para User dan sebagainya, dan harus mentaati prosedur password.
c. Operation staff : Sering kerusakan data disebabkan operator yang kurang terlatih atau petunjuk yang kurang memadai atau sulit dipahami. Operator yang berhubungan dengan database adalah operator program aplikasi.
Pengamanan data baginya antara lain berupa :
– Validasi yang cukup pada data entry
– Pengecekan jumlah counter dengan formulir data
– Operator database (staff DBA)
– Pada saat backup, data harus mendapat perhatian.
Desain Steps Of database Project
Langkah-langkah fase desain dengan 3 model database :
Review and
Evaluation
V
Identifying the A. Building a conceptual
vital entities for Defining model
the enterprise the entities Building B. Building a logical
+ and the a data model
Identifying potensial relationship Dictionary C. Building a physical
aplication for the model
database II III
IV
I
Keterangan :
1. Mengidentifikasikan entity-entity vital dalam enterprise dan identifikasi aplikasi potensial untuk database
2. mengidentifikasi entity dan hubungan (relationship ) pada model data
Hubungan (relationship) dapat terjadi dari :
– Hubungan antar himpunan (entity)
– Hubungan antar atribut pada 1 himpunan (entity)
– Hubungan antar atribut pada beberapa himpunan (entity)
Ada 3 macam hubungan :
– One – To – One : Contoh Pasien – Rekening
– One – To – Many : Contoh Kamar – Pasien
– Many – To – Many: Contoh Pasien – Dokter
3. Membuat data dictionary
– Membuat model data konsepsual
– Membuat model data logikal
– Membuat model data fisikal
4. Review dan evaluasi
CENTRALIZED VS DISTRIBUTED DATABASE SYSTEM
Centralized Database system adalah database yang dikontrol secara terpusat.
Keuntungan :
• Redundansi dapat dikurangi :
Redundansi yaitu duplikasi field yang sama pada beberapa file. Redundansi dapat direduksi tetapi tidak dapat dihilangkan sama sekali (misal untuk kepentingan field kunci)
• Inconcistency dapat dihilangkan:
Pada field-field yang mempunyai redundancy harus diingat bila diadakan update seluruh field yang redundadnsi tersebut harus serentak diupdate (propagating update).
• Memudahkan shared data :
Database terpusat adalah milik umum sehingga dapat dibagikan antar aplikasi. Aplikasi baru dapat dibuat dengan memakai database yang telah ada.
• Data dapat distandarkan dengan data dictionary : Dengan keadaan telah distandarkan dimungkinkan pertukaran data antar sistem.
• Kontrol security dapat dilakukan :
DBA dapat mengatur kewengan penggunaan database (update, retrieve, delete dan sebagainya).
• integritas dapat dipertahankan
Hal ini adalah sebagai akibat dari penghindaran non konsistensi dan pengontrolan sekuriti.
• Pertentangan kebutuhan antar user dapat diatasi :
Database dibangun dengan prioritas kepentingan seluruh enterprise.
Kekurangan :
• Data terpusat berarti data adalah milik umum, hal ini menyebabkan rasa memiliki dan tanggung jawab pada data dari masing-masing user menjadi berkurang
• Kemampuan pembagian data menyebabkan terjadinya pelanggaran wewenang dan sekuriti data
• Kedua hal diatas dapat diatasi dengan tambahan suatu sistem sekuriti dan hal ini berarti penambahan biaya pada sistem.
Distributed database system yaitu database yang ada tersebar pada masing-masing terminal yang saling berhubungan lewat jalur komunikasi
mhs.stiki.ac.id/boysagi/Software/bdl/bukudb11.doc

Berikan Balasan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.