Jumat, 29 Januari 2016
Jumat, 04 September 2015
Sejarah Lengkong BSDcity
Peristiwa Heroik Lengkong
Posted on Januari 4, 2008 by Putra Lengkong
DUA PAMAN BRIGJEN Prabowo gugur dalam pertempuran Lengkong.
DI sela-sela kompleks perumahan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, terselip monumen bersejarah. Monumen itu, Kamis pekan lalu, ditinjau Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal R. Hartono, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Wiranto, dan Kapolda Metro Jaya Mayor Jenderal Dibyo Widodo.
DI sela-sela kompleks perumahan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, terselip monumen bersejarah. Monumen itu, Kamis pekan lalu, ditinjau Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal R. Hartono, Pangdam Jaya Mayor Jenderal Wiranto, dan Kapolda Metro Jaya Mayor Jenderal Dibyo Widodo.
Tampak pula keluarga besar pengusaha Hashim Djojohadikusumo dan sejumlah anggota keluarga besar ekonom Sumitro Djojohadikusumo. Di sudut lain, berjajar para taruna Akademi Militer Magelang. Yang menarik, Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia, juga ada di sana bersama suaminya, Taufik Kiemas.
Kehadiran mereka di sana untuk memperingati Peristiwa Lengkong yang terjadi persis di lokasi itu. Tersebut kisah 50 tahun silam, tatkala tentara Sekutu melucuti tentara Jepang di mana saja. Di Indonesia, tentara Sekutu minta bantuan Tentara Republik Indonesia (TRI) sebelumnya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dan yang kerap terjadi, TRI bertindak untuk kepentingan perjuangan Indonesia sendiri, bukan karena perintah Sekutu.
Tersebutlah Resimen IV TRI di Tangerang, Jawa Barat. Resimen ini mengelola Akademi Militer Tangerang. Tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira. Antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.
Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer, mereka berangkat ke Lengkong. Di depan pintu gerbang markas, tentara Jepang menghentikan mereka. Hanya tiga orang, yakni Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan seorang taruna Akademi Militer Tangerang, yang diizinkan masuk untuk mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Dai-Nippon. Sedangkan Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo ditunjuk untuk memimpin para taruna yang menungggu di luar.
Semula proses perlucutan berlangsung lancar. Tiba-tiba terdengar rentetan letusan senapan dan mitraliur dari arah yang tersembunyi. Senja yang tadinya damai jadi berdarah. Sebagian tentara Jepang merebut kembali senjata mereka yang semula diserahkan. Lantas berlangsung pertempuran yang tak seimbang. Karena kalah kuat, korban berjatuhan di pihak Indonesia. Sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur dalam peristiwa itu. Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo.
Peristiwa heroik itulah yang diperingati di Serpong dan dihadiri kerabat para pejuang yang gugur. Bila Megawati tampak di antara mereka, itu karena ia mendampingi Taufik Kiemas, suaminya. Salah seorang taruna yang gugur adalah paman Taufik.
Juga tak perlu kaget bila menyimak susunan panitia penyelenggara. Ketua Panitia adalah Komandan Komando Pasukan Khusus (Dan Kopassus) Brigadir Jenderal Prabowo Subianto. Tapi karena ia sedang berada di Irian Jaya, tugas Prabowo dijalankan Hashim Soejono Djojohadikusumo, adik Prabowo, selaku Ketua Pelaksana Panitia. Mereka memang pantas terlibat dalam perhelatan itu, karena Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan taruna R.M. Soejono Djojohadikoesoemo yang gugur itu adalah paman kandung Prabowo dan Hashim.
Meski hajatan mengenang Lengkong sudah beberapa kali, kali ini terasa lain, karena hampir bertepatan dengan 50 tahun Indonesia Merdeka. “Peristiwa Lengkong menjadi salah satu bukti kongkret bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh atas ridho Ilahi melalui perjuangan gigih dan tetesan darah,” kata Kasad Jenderal R. Hartono. (PBS dan Genot Widjoseno)/GIS.-
Kehadiran mereka di sana untuk memperingati Peristiwa Lengkong yang terjadi persis di lokasi itu. Tersebut kisah 50 tahun silam, tatkala tentara Sekutu melucuti tentara Jepang di mana saja. Di Indonesia, tentara Sekutu minta bantuan Tentara Republik Indonesia (TRI) sebelumnya bernama Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dan yang kerap terjadi, TRI bertindak untuk kepentingan perjuangan Indonesia sendiri, bukan karena perintah Sekutu.
Tersebutlah Resimen IV TRI di Tangerang, Jawa Barat. Resimen ini mengelola Akademi Militer Tangerang. Tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira. Antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikusumo.
Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer, mereka berangkat ke Lengkong. Di depan pintu gerbang markas, tentara Jepang menghentikan mereka. Hanya tiga orang, yakni Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan seorang taruna Akademi Militer Tangerang, yang diizinkan masuk untuk mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Dai-Nippon. Sedangkan Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo ditunjuk untuk memimpin para taruna yang menungggu di luar.
Semula proses perlucutan berlangsung lancar. Tiba-tiba terdengar rentetan letusan senapan dan mitraliur dari arah yang tersembunyi. Senja yang tadinya damai jadi berdarah. Sebagian tentara Jepang merebut kembali senjata mereka yang semula diserahkan. Lantas berlangsung pertempuran yang tak seimbang. Karena kalah kuat, korban berjatuhan di pihak Indonesia. Sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur dalam peristiwa itu. Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo.
Peristiwa heroik itulah yang diperingati di Serpong dan dihadiri kerabat para pejuang yang gugur. Bila Megawati tampak di antara mereka, itu karena ia mendampingi Taufik Kiemas, suaminya. Salah seorang taruna yang gugur adalah paman Taufik.
Juga tak perlu kaget bila menyimak susunan panitia penyelenggara. Ketua Panitia adalah Komandan Komando Pasukan Khusus (Dan Kopassus) Brigadir Jenderal Prabowo Subianto. Tapi karena ia sedang berada di Irian Jaya, tugas Prabowo dijalankan Hashim Soejono Djojohadikusumo, adik Prabowo, selaku Ketua Pelaksana Panitia. Mereka memang pantas terlibat dalam perhelatan itu, karena Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan taruna R.M. Soejono Djojohadikoesoemo yang gugur itu adalah paman kandung Prabowo dan Hashim.
Meski hajatan mengenang Lengkong sudah beberapa kali, kali ini terasa lain, karena hampir bertepatan dengan 50 tahun Indonesia Merdeka. “Peristiwa Lengkong menjadi salah satu bukti kongkret bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh atas ridho Ilahi melalui perjuangan gigih dan tetesan darah,” kata Kasad Jenderal R. Hartono. (PBS dan Genot Widjoseno)/GIS.-
Tugas Internasional
Seperti dijelaskan oleh mantan instruktur di Akademi Militer Tangerang, Islam Salim yang juga bertindak sebagai penasihat panitia peringatan ke-51 peristiwa itu, pertempuran Lengkong merupakan bagian dari pelaksanaan tugas internasional Indonesia yang pertama.
“Tugas humaniter internasional yang pertama ini, menelan korban 34 taruna dan tiga perwira,” papar Salim kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/1).
Tugas tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil perundingan 30 November 1945 antara antara Indonesia dengan delegasi Sekutu. Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Agoes Salim yang didampingi oleh dua dua perwira TKR yaitu Mayor Wibowo dan Mayor Oetarjo. Sedangkan pihak Sekutu (Inggris), Brigadir ICA Lauder didampingi oleh Letkol Vanderpost (Afrika Selatan) dan Mayor West.
Pertemuan yang merupakan Meeting of Minds, menghasilkan ketetapan tentang pengambil-alihan primary objectives tentara Sekutu oleh TKR yang meliputi perlucutan senjata dan pemulangan 35 ribu tentara Jepang yang masih di Indonesia, pembebasan dan pemulangan Allied Prisoners of War and Internees (APWI) yang kebanyakan terdiri dari lelaki tua, wanita, dan anak-anak berkebangsaan Belanda dan Inggris sebanyak 36 ribu.
Berdasarkan kesepakatan 30 November 1945, tentara Sekutu tidak lagi memiliki alasan untuk memasuki wilayah kekuasaan Indonesia maupun menggunakan tentara Jepang untuk memerangi Indonesia dengan dalih mempertahankan status quo pra- Proklamasi. Perintah itu disampaikan oleh pihak Sekutu kepada Panglima Tentara Jepang Letjen Nagano.
Kesepakatan itu mempunyai makna penting bagi Indonesia karena menjadi suatu bukti nyata adanya pengakuan de facto atas keberadaan negara Indonesia oleh dunia internasional.
Kenyataan itu membuktikan juga bahwa bangsa Indonesia sejak dulu telah melakukan tugas kemanusiaan.
Sekitar tanggal 5 Desember 1945 ditegaskan oleh Kolonel Yashimoto dari pimpinan tentara Jepang kepada pimpinan Kantor Penghubung TKR di Jakarta cq Mayor Oetarjo bahwa para komandan tentara Jepang setempat sesuai dengan keputusan pimpinan tentara Sekutu, telah diperintahkan tunduk kepada para komandan TKR setempat yang bertanggung jawab atas pemulangan mereka.
Keadaan Tak Menentu
Sejak perundingan 30 November 1945 sampai dengan pertengahan Januari 1946, ternyata sikap pihak tentara Jepang di Lengkong tetap tidak kooperatif. Akibat sikap tersebut maka tanggal 23 Januari 1946 maka Kepala staf Resimem IV Tangerang Mayor Daan Yahya menemui perwira penghubung Mayor Oetarjo di Jakarta.
Maksudnya, meminta agar penyerahan senjata oleh Jepang di Lengkong dapat diselesaikan pada tingkat markas besar tentara Jepang di Jakarta.
Kemudian Mayor Oetarjo berusaha mengadakan hubungan dengan Letkol Miyamoto, wakil kepala staf tentara Jepang yang bertanggung jawab atas operasi pemulangan pasukan Jepang dari Indonesia. Tetapi Miyamoto yang sedang berada di Bandung dan asistennya mengusulkan Oetarjo kembali dalam 2-3 hari lagi.
Menurut catatan Mayjen TNI (Purn) RHA Saleh dalam bukunya Akademi Militer Tangerang Dan Peristiwa Lengkong diceritakan, dalam keadaan tidak menentu pada tanggal 24 Januari diterima informasi bahwa pasukan Belanda dari Bogor sudah menduduki Parung dan selanjutnya mereka akan bergerak ke utara untuk menduduki Lengkong.
Bila benar demikian maka kamp pasukan Jepang di Lengkong akan dikuasai Belanda dan jalan ke Tangerang akan terbuka. Dengan demikian kedudukan Resimen IV berikut Akademi Militer Tangerang akan terancam.
Maka menurut pertimbangan pimpinan Resimen waktu itu, harus diambil tindakan cepat untuk mengamankan kedudukan Resimen IV Tangerang dan Akademi Militer Tangerang dengan mendahului aksi Belanda. Itu sebabnya Resimen IV Tangerang dan Akademi Militer Tangerang melakukan aksi merebut senjata-senjata Jepang di Lengkong secara paksa.
Sebagai langkah pertama, Mayor Daan Yahya cepat memanggil Mayor Daan Mogot dan Mayor Wibowo. Diputuskan untuk melaksanakan tugas perlucutan sesuai dengan hasil perundingan 30 November 1945 tanpa menunggu kepulangan Miyamoto dari Bandung.
Pada tanggal 25 Januari 1945 sekitar pukul 14.00 WIB, setelah melapor kepada Komandan Resimen IV Tangerang Letkol Singgih, berangkatlah pasukan TKR di bawah pimpinan Mayor Daan Mogot. Selain para taruna sebanyak dua seksi (sekitar 60 orang), dalam pasukan itu ada Mayor Wibowo, Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Letnan Soetopo. Mereka juga disertai empat serdadu India yang memakai seragam tentara Inggris.
Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer hasil rampasan dari Inggris, para prajurit berangkat dan sampai di markas Jepang Lengkong pukul 16.00 WIB. Di depan pintu gerbang, truk diberhentikan dan pasukan TKR turun. Mereka memasuki markas tentara Jepang dengan Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan taruna Alex Sajoeti (fasih bahasa Jepang) berjalan di depan. Pasukan taruna diserahkan kepada Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo untuk menunggu di luar.
Tidak Seimbang
Ketika Mayor Daan Mogot sedang menjelaskan maksud kedatangannya, para pasukan taruna sudah mulai mengumpulkan senjata.
Beberapa saat kemudian secara tiba-tiba terdengar bunyi tembakan, yang tidak diketahui dari mana datangnya.
Bunyi tersebut disusul rentetan tembakan dari pos-pos mitraliur yang tersembunyi dengan arah pada pasukan taruna yang terjebak. Sebagian tentara Jepang yang sudah menyerahkan senjatanya kemudian merebut kembali.
Dalam waktu singkat terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara Indonesia dan Jepang. Mayor Daan Mogot segera keluar dari meja perundingan dan berusaha menghentikan pertempuran tapi tidak berhasil.
Sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur, lebih 10 taruna luka berat dan 20 taruna beserta Mayor Wibowo ditawan. Sedangkan tiga taruna yaitu Soedarno, Menot Sjam, dan Osman Sjarief berhasil meloloskan diri. Mereka tiba di Markas Resimen IV Tangerang, 26 januari pagi.
Tanggal 29 Januari 1946 di Tangerang diselenggarakan pemakaman kembali 36 orang yang gugur dalam peristiwa Lengkong, disusul penguburan seorang taruna Soekardi yang luka berat kemudian meninggal di rumah sakit.
Pertempuran Lengkong yang terjadi pada 25 Januari 1946 ini satu peristiwa di mana para taruna telah berani berkorban untuk Merah Putih. Nilai historis yang patut dihargai karena pada tahun 1946, Indonesia sudah punya Akademi Militer Tangerang yang para tarunanya memberi segala-galanya untuk bangsanya.
“Saya kira ini pertempuran yang sangat heroik itu, perlu kita abadikan. Peristiwa yang perlu kita kenang karena merupakan pewarisan nilai-nilai kepada generasi penerus,” kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto.
Setiap tahun peristiwa pertempuran Lengkong selalu diperingati, yang uniknya berganti-ganti pejabat yang menjadi inspektur upacara (Irup). Antara lain Irup pada tahun 1992 Menhankam Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani, tahun 1995 Menlu Ali Alatas, tahun 1996 Kasad Jenderal TNI R Hartono dan tahun 1997 Danjen AKABRI Mayjen TNI Purwantono.
Peristiwa Lengkong ini akan tampak kecil jika dilihat dari rangkaian perjuangan bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Namun akan memiliki arti besar bila kita jadikan ukuran dari pengorbanan yang dapat dan patut diberikan bagi kepentingan bangsa.
Meskipun masyarakat belum begitu mengenal terjadinya peristiwa Lengkong, pemerintah nampaknya sekarang melihat bahwa kejadian 51 tahun lalu di Lengkong, cukup penting. Terbukti dalam tahun ini akan dilakukan sarasehan yang khusus akan membahas sekitar terjadinya pertempuran Lengkong dengan menghadirkan para pelakunya.
Seperti dijelaskan oleh mantan instruktur di Akademi Militer Tangerang, Islam Salim yang juga bertindak sebagai penasihat panitia peringatan ke-51 peristiwa itu, pertempuran Lengkong merupakan bagian dari pelaksanaan tugas internasional Indonesia yang pertama.
“Tugas humaniter internasional yang pertama ini, menelan korban 34 taruna dan tiga perwira,” papar Salim kepada wartawan di Jakarta, Jumat (24/1).
Tugas tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil perundingan 30 November 1945 antara antara Indonesia dengan delegasi Sekutu. Indonesia diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri Agoes Salim yang didampingi oleh dua dua perwira TKR yaitu Mayor Wibowo dan Mayor Oetarjo. Sedangkan pihak Sekutu (Inggris), Brigadir ICA Lauder didampingi oleh Letkol Vanderpost (Afrika Selatan) dan Mayor West.
Pertemuan yang merupakan Meeting of Minds, menghasilkan ketetapan tentang pengambil-alihan primary objectives tentara Sekutu oleh TKR yang meliputi perlucutan senjata dan pemulangan 35 ribu tentara Jepang yang masih di Indonesia, pembebasan dan pemulangan Allied Prisoners of War and Internees (APWI) yang kebanyakan terdiri dari lelaki tua, wanita, dan anak-anak berkebangsaan Belanda dan Inggris sebanyak 36 ribu.
Berdasarkan kesepakatan 30 November 1945, tentara Sekutu tidak lagi memiliki alasan untuk memasuki wilayah kekuasaan Indonesia maupun menggunakan tentara Jepang untuk memerangi Indonesia dengan dalih mempertahankan status quo pra- Proklamasi. Perintah itu disampaikan oleh pihak Sekutu kepada Panglima Tentara Jepang Letjen Nagano.
Kesepakatan itu mempunyai makna penting bagi Indonesia karena menjadi suatu bukti nyata adanya pengakuan de facto atas keberadaan negara Indonesia oleh dunia internasional.
Kenyataan itu membuktikan juga bahwa bangsa Indonesia sejak dulu telah melakukan tugas kemanusiaan.
Sekitar tanggal 5 Desember 1945 ditegaskan oleh Kolonel Yashimoto dari pimpinan tentara Jepang kepada pimpinan Kantor Penghubung TKR di Jakarta cq Mayor Oetarjo bahwa para komandan tentara Jepang setempat sesuai dengan keputusan pimpinan tentara Sekutu, telah diperintahkan tunduk kepada para komandan TKR setempat yang bertanggung jawab atas pemulangan mereka.
Keadaan Tak Menentu
Sejak perundingan 30 November 1945 sampai dengan pertengahan Januari 1946, ternyata sikap pihak tentara Jepang di Lengkong tetap tidak kooperatif. Akibat sikap tersebut maka tanggal 23 Januari 1946 maka Kepala staf Resimem IV Tangerang Mayor Daan Yahya menemui perwira penghubung Mayor Oetarjo di Jakarta.
Maksudnya, meminta agar penyerahan senjata oleh Jepang di Lengkong dapat diselesaikan pada tingkat markas besar tentara Jepang di Jakarta.
Kemudian Mayor Oetarjo berusaha mengadakan hubungan dengan Letkol Miyamoto, wakil kepala staf tentara Jepang yang bertanggung jawab atas operasi pemulangan pasukan Jepang dari Indonesia. Tetapi Miyamoto yang sedang berada di Bandung dan asistennya mengusulkan Oetarjo kembali dalam 2-3 hari lagi.
Menurut catatan Mayjen TNI (Purn) RHA Saleh dalam bukunya Akademi Militer Tangerang Dan Peristiwa Lengkong diceritakan, dalam keadaan tidak menentu pada tanggal 24 Januari diterima informasi bahwa pasukan Belanda dari Bogor sudah menduduki Parung dan selanjutnya mereka akan bergerak ke utara untuk menduduki Lengkong.
Bila benar demikian maka kamp pasukan Jepang di Lengkong akan dikuasai Belanda dan jalan ke Tangerang akan terbuka. Dengan demikian kedudukan Resimen IV berikut Akademi Militer Tangerang akan terancam.
Maka menurut pertimbangan pimpinan Resimen waktu itu, harus diambil tindakan cepat untuk mengamankan kedudukan Resimen IV Tangerang dan Akademi Militer Tangerang dengan mendahului aksi Belanda. Itu sebabnya Resimen IV Tangerang dan Akademi Militer Tangerang melakukan aksi merebut senjata-senjata Jepang di Lengkong secara paksa.
Sebagai langkah pertama, Mayor Daan Yahya cepat memanggil Mayor Daan Mogot dan Mayor Wibowo. Diputuskan untuk melaksanakan tugas perlucutan sesuai dengan hasil perundingan 30 November 1945 tanpa menunggu kepulangan Miyamoto dari Bandung.
Pada tanggal 25 Januari 1945 sekitar pukul 14.00 WIB, setelah melapor kepada Komandan Resimen IV Tangerang Letkol Singgih, berangkatlah pasukan TKR di bawah pimpinan Mayor Daan Mogot. Selain para taruna sebanyak dua seksi (sekitar 60 orang), dalam pasukan itu ada Mayor Wibowo, Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo dan Letnan Soetopo. Mereka juga disertai empat serdadu India yang memakai seragam tentara Inggris.
Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer hasil rampasan dari Inggris, para prajurit berangkat dan sampai di markas Jepang Lengkong pukul 16.00 WIB. Di depan pintu gerbang, truk diberhentikan dan pasukan TKR turun. Mereka memasuki markas tentara Jepang dengan Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan taruna Alex Sajoeti (fasih bahasa Jepang) berjalan di depan. Pasukan taruna diserahkan kepada Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo untuk menunggu di luar.
Tidak Seimbang
Ketika Mayor Daan Mogot sedang menjelaskan maksud kedatangannya, para pasukan taruna sudah mulai mengumpulkan senjata.
Beberapa saat kemudian secara tiba-tiba terdengar bunyi tembakan, yang tidak diketahui dari mana datangnya.
Bunyi tersebut disusul rentetan tembakan dari pos-pos mitraliur yang tersembunyi dengan arah pada pasukan taruna yang terjebak. Sebagian tentara Jepang yang sudah menyerahkan senjatanya kemudian merebut kembali.
Dalam waktu singkat terjadilah pertempuran yang tidak seimbang antara Indonesia dan Jepang. Mayor Daan Mogot segera keluar dari meja perundingan dan berusaha menghentikan pertempuran tapi tidak berhasil.
Sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur, lebih 10 taruna luka berat dan 20 taruna beserta Mayor Wibowo ditawan. Sedangkan tiga taruna yaitu Soedarno, Menot Sjam, dan Osman Sjarief berhasil meloloskan diri. Mereka tiba di Markas Resimen IV Tangerang, 26 januari pagi.
Tanggal 29 Januari 1946 di Tangerang diselenggarakan pemakaman kembali 36 orang yang gugur dalam peristiwa Lengkong, disusul penguburan seorang taruna Soekardi yang luka berat kemudian meninggal di rumah sakit.
Pertempuran Lengkong yang terjadi pada 25 Januari 1946 ini satu peristiwa di mana para taruna telah berani berkorban untuk Merah Putih. Nilai historis yang patut dihargai karena pada tahun 1946, Indonesia sudah punya Akademi Militer Tangerang yang para tarunanya memberi segala-galanya untuk bangsanya.
“Saya kira ini pertempuran yang sangat heroik itu, perlu kita abadikan. Peristiwa yang perlu kita kenang karena merupakan pewarisan nilai-nilai kepada generasi penerus,” kata Danjen Kopassus Mayjen TNI Prabowo Subianto.
Setiap tahun peristiwa pertempuran Lengkong selalu diperingati, yang uniknya berganti-ganti pejabat yang menjadi inspektur upacara (Irup). Antara lain Irup pada tahun 1992 Menhankam Jenderal TNI (Purn) LB Moerdani, tahun 1995 Menlu Ali Alatas, tahun 1996 Kasad Jenderal TNI R Hartono dan tahun 1997 Danjen AKABRI Mayjen TNI Purwantono.
Peristiwa Lengkong ini akan tampak kecil jika dilihat dari rangkaian perjuangan bangsa Indonesia merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Namun akan memiliki arti besar bila kita jadikan ukuran dari pengorbanan yang dapat dan patut diberikan bagi kepentingan bangsa.
Meskipun masyarakat belum begitu mengenal terjadinya peristiwa Lengkong, pemerintah nampaknya sekarang melihat bahwa kejadian 51 tahun lalu di Lengkong, cukup penting. Terbukti dalam tahun ini akan dilakukan sarasehan yang khusus akan membahas sekitar terjadinya pertempuran Lengkong dengan menghadirkan para pelakunya.
Berikut adalah segelincir foto-foto peninggalan sejarah lengkong yang masih ada dan bisa kita lihat di BSDcity-Serpong Utara
Foto Mayor Daan Mogot dan Rumah peninggalan Belanda
Cagar Budaya Monumen Palagan Lengkong
Lambang NKRI yang Masih kokoh Bersandar
Nama-Nama Tokoh Pejuang/Pahlawan Lengkong
Bundaran Yang sekarang ini menjadi kebanggaan Lengkong
Pasca setelah dirobohkannya Bunderan Lengkong yang kini beralih fungsi menjadi lampu merah
Logo BSDcity sekarang ini
Lokasi BSDcity yang juga Saksi sejarah tragedi LENGKONG
Terimakasih telah berkunjung demikian sedikit kisah tentang kota kelahiran saya tercinta LENGKONG
Minggu, 17 Mei 2015
Tutorial Membuat Text Area
Apa itu Text Area ? text area adalah area tempat untuk menyimpan text atau tulisan baru, atau bisa dikatakan sebuah komponen HTML yang digunakan untuk menampilkan text atau kode script dalam bentuk dan format text. Biasanya text area dipakai untuk menyimpan kode HTML yang tidak bisa di tulis langsung ke dalam postingan di blog. Jadi fungsi dari text area ini kurang lebih untuk memudahkan pengunjung mengcopy seluruh isi text.I. Text Area standard
Untuk membuat text area, silahkan copy code di bawah ini :
<p align="center"><textarea name="code" rows="2" cols="15"> Selamat datang di creating website </textarea></p>
berikut hasilnya :
Keterangan :
- Untuk "rows"=3 adalah tinggi dari text area, jadi jika sobat menginginkan text area yang lebih tinggi silahkan sobat ganti dengan angka yang lebih tinggi.
- Untuk cols="15" adalah lebar dari text area, jadi jika sobat menginginkan text area yang lebih lebar silahkan sobat ganti dengan angka yang lebih tinggi.
Cuku jelas bukan? Okey kita lanjutkan lagi dengan menggunakan Highlight
II.Text Area dengan menggunakan Highlight
Variasi lainnya dari text area yaitu dengan menggunakan tombol Highlight, jadi dimaksudkan agar lebih memudahkan untuk mengcopy seluruh isi text area hanya dengan menekan tombol Highlight.
Hanya dengan menekan tombol highlight maka seluruh isi dari text area akan di highlight dan tinggal di copy saja. Fungsi tombol highlight ini sangat berguna untuk mencegah tertinggalnya satu atau beberapa isi dari text area.
Silahkan copy kode HTML di bawah ini :
dan seperti ini hasilnya:Silahkan copy kode HTML di bawah ini :
<div><form name="copy"><div align="center"><span><input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" value="Highlight All" type="button"> </span></div><p align="center"><textarea style="width: 150px; height: 80px;" name="txt" rows="5" wrap="VIRTUAL" cols="20">Tulis sesuatu tentang blog teman-teman disini, maka tulisan yang teman-teman semua tulis akan muncul di sini dan siap di copy oleh para pengunjung</textarea></p></form></div>
Agar dapat memahami kode diatas, saya akan berikan uraian tentang kode-kode text area diatas.
- <div align="center"> --> kata center menunjukan bahwa posisi tombol akan berada di tengah, jadi jika sobat ingin posisi tombol berada di tepi sebelah kiri, tinggal ganti dengan kata left. Dan jika ingin berada di tepi sebelah kanan, tinggal ganti dengan kata right.
- <input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.selec()"> --> kode ini artinya ketika tombol highlight di klik, maka seluruh text yang ada di dalamnya akan di highligt (di tandai atau di blok), jadi sobat jangan merubah tulisan ini.
- Value="Highlight All" --> kata Highlight All adalah kata yang akan muncul di dalam tombol, jadi jika sobat ingin merubah tulisan ini silahkan ganti dengan kata yang sobat inginkan.
- <p align="center"> --> ini menunjukan bahwa text area akan berada di tengah, nah jika sobat ingin text area sobat berada di tepi kiri, ganti kata center dengan kata left, bila ingin di tepi kanan, ganti dengan kata right.
- <text style="WIDTH: 150px">-->kata "WIDTH:150px" menunjukan lebar dari text area tersebut sebanyak 150 pixel, jadi jika sobat ingin memperpendek atau memperpanjang lebar text area, sobat tinggal menggantinya dengan angka yang sobat inginkan. misal: "WIDTH:500px;"
- HEIGHT: 80px --> angka "80px" menunjukan bahwa text area akan mempunyai tinggi sebesar 80 px, jadi jika sobat ingin merubahnya tinggal ganti angka tersebut dengan angka yang sobat inginkan. Misal : HEIGHT:160px.
Nah itu dia sedikit penjelasan tentang Text Area. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat
Sabtu, 16 Mei 2015
Structured Query Language (SQL)
|
S
|
tructured Query Language (SQL) merupakan
bahasa yang banyak digunakan dalam berbagai produk database. SQL dibangun di
laboratorium IBM-San Jose California sekitar akhir tahun 70-an. Pertama kali
dikembangkan sebagai bahasa di produk database DB2 yang sampai saat ini
merupakan produk database andalan IBM. SQL sering di lafalkan dengan “sequel”.
Dengan menggunakan SQL memungkinkan Anda untuk menambah, mengubah, menghapus,
serta mencari data.
Untuk menuntun Anda agar lebih memahami
beberapa perintah SQL, maka akan diberikan sebuah tabel yang akan digunakan
dalam penjelasan pada pembahasan setiap perintah SQL.
Nama tabel adalah barang dengan struktur dan isi data sebagai berikut :
|
nama_barang
|
kode_barang
|
jml_barang
|
harga_barang
|
|
sampo
|
12345
|
10
|
2000
|
|
jeruk
|
21215
|
12
|
3000
|
|
snack
|
12123
|
25
|
10000
|
|
apel
|
23235
|
11
|
5000
|
|
bawang
|
25253
|
12
|
7000
|
|
ikan
|
23226
|
15
|
1000
|
|
permen
|
22225
|
125
|
200
|
|
mangga
|
11111
|
250
|
500
|
|
durian
|
01254
|
6
|
5000
|
Statement SELECT
Perintah SELECT digunakan untuk mencari atau mendapatkan
data baik itu secara keseluruhan, atau data dari kolom tertentu, atau data dengan kondisi tertentu, atau data
dari beberapa kolom sekaligus.
Menampilkan Data
Untuk menampilkan atau mengambil data dari
database adalah dengan menggunakan perintah atau statement SELECT.
Sintak :
SELECT namaKolom1, namaKolom2 FROM namaTabel
Contoh Penggunaannya :
SELECT * FROM barang
Perintah ini akan mencari dan mendapatkan
semua data dari semua kolom yang terdapat pada tabel barang.
|
nama_barang
|
kode_barang
|
jml_barang
|
harga_barang
|
|
sampo
|
12345
|
10
|
2000
|
|
jeruk
|
21215
|
12
|
3000
|
|
snack
|
12123
|
25
|
10000
|
|
apel
|
23235
|
11
|
5000
|
|
bawang
|
25253
|
12
|
7000
|
|
ikan
|
23226
|
15
|
1000
|
|
permen
|
22225
|
125
|
200
|
|
mangga
|
11111
|
250
|
500
|
|
durian
|
01254
|
6
|
5000
|
SELECT kode_barang, nama_barang FROM barang
Perintah ini akan mencari dan mendapatkan
semua data yang terdapat pada kolom kode_barang
dan nama_barang pada tabel barang.
|
nama_barang
|
kode_barang
|
|
sampo
|
12345
|
|
jeruk
|
21215
|
|
snack
|
12123
|
|
apel
|
23235
|
|
bawang
|
25253
|
|
ikan
|
23226
|
|
permen
|
22225
|
|
mangga
|
11111
|
|
durian
|
01254
|
Menyaring Data dengan WHERE
Pada contoh penggunaan statement SELECT dan
FORM di atas hanya membatasi jumlah kolom yang ditampilkan saja, sedangkan
jumlah baris tidak dibatasi. Untuk membatasi data yang akan diambil berdasarkan
kriteria tertentu, maka perintah akan ditambahkan dengan statemant WHERE.
Perintah WHERE digunakan untuk menyaring atau
mem-filter data-data yang akan diambil berdasarkan kriteria yang ditentukan.
Dengan kata lain data-data yang akan diambil atau ditampilkan hanya yang
memenuhi kriteria atau kondisi yang telah ditentukan.
Sintak :
SELECT namaKolom FROM namaTabel WHERE Kondisi
Contoh Penggunaannya :
SELECT nama_barang, jml_barang FROM barang
WHERE kode_barang = ‘1235’
Perintah ini akan mencari dan mendapatkan data
yang terdapat pada kolom nama_barang
dan jml_barang pada tabel barang dengan kondisi dari kode_barang adalah “12345”.
|
nama_barang
|
jml_barang
|
|
sampo
|
10
|
Selain menggunakan operator pembanding
misalnya = (sama dengan), <> (tidak sama dengan), < (lebih kecil), > (lebih besar), <= (lebih kecil dan sama dengan), >= (lebih besar dan sama dengan), Anda juga
dapat menggunakan perintah Logika misalkan OR
(atau) serta AND (dan).
SELECT nama_barang, kode_barang FROM barang
WHERE jml_barang = ‘12’ OR harga_barang >= ‘7000’
Perintah ini akan mencari dan mendapatkan data
yang terdapat pada kolom nama_barang
dan kode_barang pada tabel barang dengan kondisi jml_barang sama dengan ‘12’ atau harga_barang lebih besar
atau sama dengan ‘7000’.
|
nama_barang
|
kode_barang
|
jml_barang
|
harga_barang
|
|
jeruk
|
21215
|
12
|
3000
|
|
snack
|
12123
|
25
|
10000
|
|
bawang
|
25253
|
12
|
7000
|
SELECT nama_barang, kode_barang FROM barang
WHERE jml_barang = ‘12’ AND harga_barang >= ‘7000’
Perintah ini akan mencari dan mendapatkan data
yang terdapat pada kolom nama_barang dan
kode_barang pada tabel barang dengan kondisi hanya jml_barang sama dengan ‘12’ dan harga_barang lebih besar
atau sama dengan ‘7000’.
|
nama_barang
|
kode_barang
|
jml_barang
|
harga_barang
|
|
bawang
|
25253
|
12
|
7000
|
Hasil perintah OR dan AND akan berbeda karena
pada perintah OR akan menampilkan semua data yang memenuhi salah satu dari dua
kriteria yang ditentukan yaitu jml_barang = 12 atau harga_barang >= 7000,
sedangkan pada perintah AND hanya akan menampilkan data-data yang memenuhi
kedua kriteria yang ditentukan yaitu jml_barang = 12 dan harga_barang >=
7000.
Mengurutkan Data dengan ORDER BY
Pada saat Anda menampilkan hasil pencarian
data, secara default data-data tersebut akan diurutkan berdasarkan urutan
masuknya data ke dalam tabel. Untuk mengurutkan hasil pencarian data
berdasarkan urutan abjad maupun angka, Anda dapat menggunakan statement ORDER
BY.
Perintah ORDER BY digunakan untuk mengurutkan
data-data berdasarkan abjad atau angka pada data yang terdapat pada kolom yang
telah ditentukan. Secara default perintah ORDER BY akan mengurutkan dari abjad
A sampai dengan Z dan angka 0 sampai dengan 9 (abjad atau angka pertama). Untuk
mengurutkan data dari abjad Z sampai dengan A atau angka 9 sampai dengan 0,
maka pada akhir perintah ditambahkan dengan statement DESC (Descending).
Sintak :
SELECT
namaKolom FROM namaTabel [WHERE Kondisi] ORDER BY namaKolom [DESC]
Contoh Penggunaannya :
SELECT * FROM barang ORDER
BY nama_barang
Perintah ini akan menampilkan semua data pada
tabel barang dengan mengurutkan data
berdasarkan abjad dari A sampai dengan Z pada data yang terdapat di dalam kolom
nama_barang.
|
nama_barang
|
kode_barang
|
jml_barang
|
harga_barang
|
|
apel
|
23235
|
11
|
5000
|
|
bawang
|
25253
|
12
|
7000
|
|
durian
|
01254
|
6
|
5000
|
|
ikan
|
23226
|
15
|
1000
|
|
jeruk
|
21215
|
12
|
3000
|
|
mangga
|
11111
|
250
|
500
|
|
permen
|
22225
|
125
|
200
|
|
sampo
|
12345
|
10
|
2000
|
|
snack
|
12123
|
25
|
10000
|
SELECT * FROM barang ORDER
BY nama_barang DESC
Perintah ini akan menampilkan semua data pada
tabel barang dengan mengurutkan data
berdasarkan abjad dari Z sampai dengan A pada data yang terdapat di dalam kolom
nama_barang.
|
nama_barang
|
kode_barang
|
jml_barang
|
harga_barang
|
|
snack
|
12123
|
25
|
10000
|
|
sampo
|
12345
|
10
|
2000
|
|
permen
|
22225
|
125
|
200
|
|
mangga
|
11111
|
250
|
500
|
|
jeruk
|
21215
|
12
|
3000
|
|
ikan
|
23226
|
15
|
1000
|
|
durian
|
01254
|
6
|
5000
|
|
bawang
|
25253
|
12
|
7000
|
|
apel
|
23235
|
11
|
5000
|
Melakukan Perhitungan Matematika
Dengan perintah SELECT selain Anda dapat
mengambil data yang diinginkan, Anda juga dapat melakukan perhitungan
matematika seperti operator matematika yang terdiri dari penjumlahan (+),
pengurangan (-), pembagian (/), dan perkalian (*), serta fungsi matematika lainnya seperti penjumlahan berkelompok
(SUM), nilai rata-rata (AVG), nilai maksimum (MAX), dan nilai minimum (MIN).
Syarat utama dalam melakukan perhitungan
matematika dengan perintah SQL adalah membuat ALIAS (AS) untuk nama kolom hasil
dari perhitungan matematika. Apabila dalam melakukan perhitungan tidak
melakukan ALIAS, maka kolom data hasil perhitungan tidak dikenal. Disamping
membuat ALIAS, salah satu syarat lainnya adalah data pada kolom yang akan
dihitung harus bertipe angka (number).
Oparetor Matematika
Operator matematika adalah perhitungan
bilangan yang terdiri dari penjumlahan (+), pengurangan (-), pembagian (/), dan
perkalian (*).
Sintaknya :
SELECT [namaKolom], (namaKolom/Angka <operator>
namaKolom/Angka) AS kolomAlias FROM namaTabel [WHERE kondisi]
Contoh Penggunaannya :
SELECT
nama_barang, (jml_barang + 10) AS tambah FROM barang
Perintah ini akan menjumlahkan data pada kolom
jml_barang dengan angka 10 yang terdapat pada tabel barang
dengan nama kolom alias adalah tambah kemudian menampilkan kolom nama_barang dan kolom tambah.
|
nama_barang
|
tambah
|
|
sampo
|
20
|
|
jeruk
|
22
|
|
snack
|
35
|
|
apel
|
21
|
|
bawang
|
22
|
|
ikan
|
25
|
|
permen
|
135
|
|
mangga
|
260
|
|
durian
|
16
|
SELECT
(jml_barang + 10) AS tambah FROM barang
Perintah ini akan menjumlahkan data pada kolom
jml_barang dengan angka 10 yang terdapat pada tabel barang
dengan nama kolom alias adalah tambah
kemudian menampilkan kolom tambah.
|
tambah
|
|
20
|
|
22
|
|
35
|
|
21
|
|
22
|
|
25
|
|
135
|
|
260
|
|
16
|
SELECT
nama_barang, (jml_barang + 100) AS tambah, (jml_barang - 10) AS pengurangan,
(jml_barang * harga_barang) AS perkalian, (harga_barang / 10) AS pembagian FROM
barang
Perintah ini akan menjumlahkan data pada kolom
jml_barang dengan angka 100 yang terdapat pada tabel barang
dengan nama kolom alias adalah tambah,
mengurangkan data pada kolom jml_barang dengan angka 10 dengan nama kolom alias
adalah pengurangan, mengalikan data pada kolom jml_barang dengan data pada
kolom harga barang dengan nama kolom alias adalah perkalian, membagi data pada
kolom harga_barang dengan angka 10 dengan nama kolom alias adalah pembagian,
kemudian menampilkan kolom nama_barang,
tambah, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
|
nama_barang
|
tambah
|
pengurangan
|
perkalian
|
pembagian
|
|
sampo
|
110
|
0
|
20000
|
200
|
|
jeruk
|
112
|
2
|
36000
|
300
|
|
snack
|
125
|
15
|
250000
|
1000
|
|
apel
|
111
|
1
|
55000
|
500
|
|
bawang
|
112
|
2
|
84000
|
700
|
|
ikan
|
115
|
5
|
15000
|
100
|
|
permen
|
225
|
115
|
25000
|
20
|
|
mangga
|
350
|
240
|
125000
|
50
|
|
durian
|
106
|
-4
|
30000
|
500
|
Fungsi Penjumlahan Berkelompok (SUM)
Penjumlahan berkelompok adalah menjumlahkan
data-data yang terdapat pada kolom tertentu yang telah dikelompokkan menurut
kriteria tertentu. Fungsi SUM ini sangat tepat digunakan apabila Anda ingin
menjumlahkan data yang terdapat di dalam satu kolom.
Sintaknya :
SELECT
SUM(namaKolom) AS kolomAlias FROM namaTabel [WHERE kondisi]
Contoh penggunaannya :
SELECT
SUM(jml_barang) AS total_barang, SUM(harga_barang) AS total_harga FROM barang
Perintah ini akan menjumlahkan semua data yang
terdapat pada kolom jml_barang
dengan nama kolom alias adalah total_barang,
serta menjumlahkan semua data yang terdapat pada harga_barang dengan nama kolom alias dalah total harga.
|
total_barang
|
total_harga
|
|
466
|
33700
|
Fungsi nilai rata-rata (AVG)
Fungsi AVG ini akan menghitung nilai rata-rata
dari sekumpulan data yang terdapat pada kolom yang telah ditentukan.
Sintaknya :
SELECT
AVG(namaKolom) AS kolomAlias FROM namaTabel [WHERE kondisi]
Contoh penggunaannya :
SELECT
AVG(jml_barang) AS rata2_barang, AVG(harga_barang) AS rata2_harga FROM barang
Perintah ini akan menghitung nilai rata-rata
dari data yang terdapat pada kolom jml_barang
dengan nama kolom alias adalah rata2_barang,
serta menghitung nilai rata-rata dari data yang terdapat pada harga_barang dengan nama kolom alias
dalah rata2_harga.
|
rata2_barang
|
rata2_harga
|
|
51,77778
|
3744,444
|
Fungsi nilai Maksimal (MAX)
Fungsi MAX ini akan mencari nilai maksimal
atau nilai tertinggi dari sekumpulan data yang terdapat pada kolom yang telah
ditentukan.
Sintaknya :
SELECT
MAX(namaKolom) AS kolomAlias FROM namaTabel [WHERE kondisi]
Contoh penggunaannya :
SELECT
MAX(jml_barang) AS maks_barang, MAX(harga_barang) AS maks_harga FROM barang
Perintah ini akan mencari nilai maksimal atau
nilai tertinggi dari data yang terdapat pada kolom jml_barang dengan nama kolom alias adalah maks_barang, serta mencari nilai maksimal atau nilai tertinggi dari
data yang terdapat pada harga_barang
dengan nama kolom alias dalah maks_harga.
|
maks_barang
|
maks_harga
|
|
250
|
10000
|
Fungsi nilai Minimal (MIN)
Fungsi MAX ini akan mencari nilai minimal atau
nilai terendah dari sekumpulan data yang terdapat pada kolom yang telah
ditentukan.
Sintaknya :
SELECT
MIN(namaKolom) AS kolomAlias FROM namaTabel [WHERE kondisi]
Contoh penggunaannya :
SELECT
MIN(jml_barang) AS minim_barang, MIN(harga_barang) AS minim_harga FROM barang
Perintah ini akan mencari nilai nilai minimal
atau nilai terendah dari data yang terdapat pada kolom jml_barang dengan nama kolom alias adalah minim_barang, serta mencari nilai minimal atau nilai terendah dari
data yang terdapat pada harga_barang
dengan nama kolom alias dalah minim_harga.
|
minim_barang
|
minim_harga
|
|
6
|
200
|
Statement INSERT
Perintah INSERT digunakan untuk memasukkan
atau menyimpan data ke dalam tabel. Dalam penggunaan perintah INSERT yang perlu
diperhatikan adalah tipe dari setiap kolom yang akan dimasukkan misalnya sebuah
kolom memiliki tipe number maka data yang dimasukkan harus berupa data bertipe
number begitu juga dengan kapasitas banyaknya karakter dari kolom tersebut.
Sintaknya :
INSERT
INTO namaTabel (namaKolom1, NamaKolom2,.., namaKolomN) VALUES (nilaiKolom1,
nilaiKolom2,.., nilaiKolomN)
Contoh Penggunaannya :
INSERT
INTO barang (kode_barang, jml_barang, nama_barang) VALUES (‘12345’, ‘10’,
‘Printer’)
Perintah ini akan menyimpan atau menambahkan
data ke dalam tabel barang dengan
data pada kolom kode_barang adalah “12345”, kolom jml_barang adalah “10”,
dan kolom nama_barang adalah “Printer”.
Apabila Anda ingin memasukkan data ke seluruh
kolom yang terdapat dalam sebuah tabel, maka Anda tidak perlu lagi menyebutkan
nama-nama kolom tersebut. Data-data yang akan dimasukkan akan tersimpan ke
dalam kolom-kolom yang terdapat pada tabel secara berurutan sesuai dengan
urutan data yang dimasukkan. Misalnya Anda memiliki sebuah tabel bernama TABEL yang terdiri dari tiga buah kolom
dengan nama-nama masing-masing kolom adalah sebagai berikut kolom pertama
bernama KOLOM1, kolom kedua bernama KOLOM2, dan kolom ketiga bernama KOLOM3, maka pada saat akan memasukkan
data dengan menggunakan perintah INSERT
Anda tidak perlu lagi menyebutkan satu per satu nama kolom-kolom tersebut, ini
dapat dilihat pada contoh penggunaan perintah INSERT di bawah ini.
INSERT
INTO TABEL VALUES (‘data kolom1’, ‘ini kolom2’, ‘kolom3 ya’)
Perintah di atas akan menyimpan atau
menambahkan data pada tabel TABEL
dengan data pada KOLOM1 adalah ‘data kolom1’, kolom KOLOM2 adalah ‘ini kolom2’, dan kolom KOLOM3
adalah ‘kolom3 ya’.
Statement UPDATE
Perintah UPDATE digunakan untuk merubah atau
mengedit nilai data yang telah tersimpan sebelumnya pada tabel.
Sintaknya :
UPDATE
namaTabel SET namaKolom = nilaiBaru [WHERE kondisi]
Contoh Penggunaannya :
UPDATE
barang SET jml_barang = ‘12’, nama_barang = ‘Monitor’ WHERE kode_barang =
‘12345’
Perintah ini akan mengubah data pada tabel barang dengan data pada kolom jml_barang menjadi “12” dan nama_barang menjadi “Monitor”
dari data yang memiliki nilai pada kolom kode_barang
sama dengan “12345”.
Statement DELETE
Perintah DELETE digunakan untuk menghapus data
yang terdapat pada tabel.
Sintak :
DELETE FROM
namaTabel [WHERE kondisi]
Contoh Penggunaannya :
DELETE FROM
barang
Printah ini akan menghapus semua data yang
terdapat pada tabel barang.
DELETE FROM
barang WHERE kode_barang = ‘12345’
Perintah ini akan menghapus semua data yang
terdapat pada tabel barang dengan nilai
atau kondisi dari kolom kode_barang
sama dengan “12345”.
Statement CREATE
Perintah CREATE digunakan untuk membuat atau
mendefinisikan stuktur database, seperti membuat database, tabel, dan index.
Sintaknya :
CREATE
TABLE namaTabel (namaKolom1 tipe_data(panjang_data) [konstrain], namaKolom2 tipe_data(panjang_data) [konstrain], ..., namaKolom3 tipeData(panjang_data) [konstrain])
Contoh Penggunaannya :
CREATE
TABLE barang (jml_barang NUMBER(10) PRIMARY KEY, kode_barang VARCHAR(35),
nama_barang VARCHAR(50))
Perintah ini akan membuat tabel baru dengan
nama barang dengan struktur adalah
sebagai berikut :
n Kolom jml_barang dengan tipe
data NUMBER, panjang data maksimal
adalah 10 karakter dan merupakan PRIMARY KEY.
n Kolom kode_barang dengan
tipe data VARCHAR panjang data
maksimal adalah 35 karakter.
n Kolom nama_barang dengan
tipe data VARCHAR panjang data
maksimal adalah 50 karakter.
Statement ALTER
Perintah ALTER digunakan memodifikasi struktur
database yang telah ada sebelumnya, seperti menambahkan kolom baru, menghapus
kolom, atau menambahkan konstrain pada kolom.
Sintak :
ALTER TABLE <nama_tabel> atribut
Atribut
untuk menambah kolom adalah ADD
<nama_kolom> <tipe_data>(<panjang_data>)
Atribut
untuk memodifikasi kolom adalah MODIFY
<nama_kolom> <tipe_data>(<panjang_data>)
Contoh Penggunaannya :
ALTER
TABLE barang ADD harga_barang NUMBER(15)
Perintah ini akan menambahkan kolom baru pada
table barang, kolom baru tersebut
adalah harga_barang dengan tipe data
adalah NUMBER dengan panjang data
maksimal adalah 15 karakter.
ALTER
TABLE barang MODIFY harga_barang VARCHAR(25)
Perintah ini akan merubah atau memodifikasi
kolom pada table barang, kolom tersebut adalah harga_barang yang dirubah tipe data menjadi VARCHAR dan panjang data maksimal menjadi 25 karakter.
Statement DROP
Perintah DROP digunakan untuk menghapus
database secara keseluruhan.
Sintaknya :
DROP
namaTabel
Contoh Penggunaannya :
DROP
barang
Perintah ini akan menghapus tabel barang
beserta data yang terdapat di dalamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)







